GEBER MAS, Dorong Masjid Bersih dan Nyaman untuk Pembinaan Umat
- 10 Agt 2026 21:38 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Dumai - Gerakan Bersih Masjid (GEBER MAS) terus digelorakan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan keagamaan, Senin 10 Agustus 2026.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai, Muhammad Yunus, bersama jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bukit Kapur melaksanakan GEBERMAS di Musholla Subulussalam, Jalan Mandiri, Bagan Besar Timur, serta Masjid Al-Mannan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat Kementerian Agama dalam mendorong terciptanya masjid dan musala yang bersih, sehat, rapi, dan nyaman bagi jamaah. Selain itu, GEBERMAS juga menjadi sarana untuk membangun kebersamaan antara jajaran Kemenag, KUA, pengurus rumah ibadah, dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut Muhammad Yunus bersama jajaran KUA Kecamatan Bukit Kapur turun langsung bergotong royong membersihkan berbagai bagian rumah ibadah. Pembersihan dilakukan mulai dari area dalam masjid dan musala hingga lingkungan sekitar, termasuk lantai, halaman, tempat wudu, serta fasilitas pendukung lainnya.
Menurut Muhammad Yunus, kebersihan rumah ibadah tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah dan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan.
“Menjaga kebersihan rumah ibadah merupakan bagian dari kepedulian kita terhadap kenyamanan jamaah. Melalui GEBER MAS ini, kami mengajak seluruh unsur, khususnya pengurus masjid dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan merawat rumah ibadah secara berkelanjutan,” ujar Muhammad Yunus.
Ia menambahkan, masjid dan musala memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat melaksanakan salat. Rumah ibadah juga menjadi ruang pembinaan keagamaan, pendidikan, silaturahmi, dan berbagai aktivitas sosial masyarakat.
“Masjid dan musala bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan kegiatan keagamaan masyarakat. Karena itu, kebersihan dan kenyamanannya harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
Menurutnya, menjaga kebersihan rumah ibadah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pengurus masjid tidak dapat bekerja sendiri, tetapi membutuhkan dukungan jamaah dan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Kita berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama. Jangan sampai kebersihan masjid hanya menjadi tanggung jawab pengurus. Jamaah dan masyarakat juga memiliki peran penting untuk menjaga dan merawat rumah ibadah,” lanjutnya.
Muhammad Yunus berharap GEBER MAS tidak berhenti sebagai kegiatan gotong royong yang dilaksanakan pada momentum tertentu. Ia ingin semangat menjaga kebersihan tersebut menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin.
“Yang paling penting bukan hanya bersih pada saat kegiatan GEBER MAS dilaksanakan, tetapi bagaimana setelah itu kebersihan tetap dijaga. Kita ingin kebersihan rumah ibadah menjadi budaya dan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, jajaran KUA Kecamatan Bukit Kapur turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan GEBER MAS. Sinergi antara KUA, pengurus rumah ibadah, dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan tempat ibadah yang nyaman dan terawat.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara jajaran Kemenag dengan masyarakat. Kehadiran aparatur Kemenag dan KUA secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat semakin mendekatkan pelayanan keagamaan sekaligus memperkuat komunikasi dengan pengurus rumah ibadah.
GEBER MAS di Musholla Subulussalam dan Masjid Al-Mannan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Semangat gotong royong terlihat dalam proses membersihkan lingkungan rumah ibadah serta fasilitas yang digunakan jamaah.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenag Kota Dumai terus mendorong agar kebersihan masjid dan musala menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten. Rumah ibadah yang bersih, sehat, dan nyaman diharapkan mampu memberikan suasana yang lebih baik bagi jamaah sekaligus mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan dan kegiatan umat.
“Kita ingin masjid dan musala benar-benar menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat. Ketika rumah ibadah bersih dan terawat, jamaah akan merasa lebih nyaman untuk beribadah dan mengikuti kegiatan keagamaan. Karena itu, mari kita rawat rumah ibadah kita bersama-sama,” pungkas Muhammad Yunus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....