Penjualan Kedua Semangka Gambut Bengkalis Kembali Diserbu Pembeli

  • 06 Agt 2026 12:36 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Tingginya antusiasme masyarakat terhadap semangka hasil budidaya petani milenial Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, membuat Gerakan Bela Beli Hasil Petani Lokal kembali digelar di Kota Bengkalis, Kamis 6 Agustus 2026. Setelah sekitar 1,5 ton semangka pada penjualan sebelumnya habis terjual, petani kembali membawa lebih dari satu ton hasil panen langsung dari kebun untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan ke lokasi penjualan. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang rela mengantre untuk mendapatkan semangka segar yang dijual langsung oleh petani dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga eceran di pasaran. Tingginya minat masyarakat menunjukkan semakin besarnya kepercayaan terhadap kualitas semangka yang dibudidayakan di lahan gambut Bengkalis.

Petani milenial Desa Pambang Baru, Abdul Razak, mengatakan keberhasilan penjualan sebelumnya menjadi penyemangat bagi petani untuk kembali memasarkan hasil panen secara langsung kepada masyarakat.

"Alhamdulillah penjualan sebelumnya mendapat sambutan yang sangat baik hingga semangka yang kami bawa habis terjual. Hari ini kami kembali membawa lebih dari satu ton semangka dari kebun agar masyarakat yang belum sempat membeli bisa kembali mendapatkan hasil panen petani lokal," ujarnya saat diwawancarai RRI Bengkalis, Kamis, 6 Agustus 2026.

Abdul Razak menjelaskan, pada musim panen kali ini petani membudidayakan tiga varietas semangka, yakni semangka loreng berbiji, semangka kuning berbiji, dan semangka merah tanpa biji. Ketiga varietas tersebut dijual dengan harga Rp8.000 per kilogram untuk semangka loreng, Rp9.000 per kilogram untuk semangka kuning, dan Rp10.000 per kilogram untuk semangka tanpa biji.

Menurutnya, harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga eceran di pasaran, sehingga masyarakat dapat memperoleh buah berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, sementara petani memperoleh kepastian pasar melalui penjualan langsung kepada konsumen.

Selain memasarkan hasil panen, Abdul Razak juga terus mengembangkan kebun semangkanya sebagai lokasi agrowisata. Pengunjung dapat memetik sendiri semangka langsung dari kebun dan menimbang hasil panennya di lokasi. Konsep wisata panen tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian sekaligus memperkenalkan potensi pertanian Bengkalis kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis, Yana Susilayeni mengatakan Gerakan Bela Beli Hasil Petani Lokal merupakan upaya pemerintah daerah dalam membantu petani memperluas pemasaran hasil panen sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin mencintai produk lokal.

Menurutnya, habisnya sekitar 1,5 ton semangka pada penjualan sebelumnya menjadi bukti bahwa hasil pertanian Bengkalis mampu diterima dengan baik oleh masyarakat. Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai salah satu langkah memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga hasil panen, dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....