Kenduri Adat LAMR Bengkalis Berlangsung Meriah, Budaya Melayu Kian Hidup

  • 31 Jul 2026 00:28 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Puncak rangkaian Sepekan Kenduri Adat dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bengkalis ke-514 berlangsung khidmat dan semarak di Balai Tabal Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Kamis, 30 Juli 2026. Mengusung tema "Menyulam Kasih Menekat Sayang, Menyemai Keberagaman", kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian agenda budaya yang telah digelar selama sepekan.

Sejak pagi, nuansa adat Melayu begitu terasa. Rombongan pimpinan daerah bersama tamu undangan diarak menuju Balai Adat LAMR usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD Bengkalis. Ribuan masyarakat memadati kawasan gedung adat untuk menyaksikan puncak perayaan yang tahun ini dinilai lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ketua DPH LAMR, ketua MKA, Bupati ke 14, ketua LAMR Provinsi Riau dan wakil bupati sedang mengikuti kenduri adat.

Bupati Bengkalis Kasmarni dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Jadi Bengkalis sebagai momentum memperkuat persatuan sekaligus melanjutkan pembangunan daerah tanpa meninggalkan jati diri budaya Melayu.

"Mari kita jadikan persatuan sebagai kekuatan, kebersamaan sebagai energi, dan pembangunan sebagai warisan terbaik bagi generasi penerus. Mari terus bersatu membangun negeri demi Bengkalis yang semakin maju, bermarwah, gemilang, dan membanggakan," ujar Kasmarni.

Menurutnya, pembangunan Kabupaten Bengkalis harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan adat istiadat sebagai identitas masyarakat. Ia juga berharap generasi muda mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa melupakan sejarah, adat, dan budaya daerah.

Tarian zapin

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri Syaukani Al Karim, mengatakan Kenduri Adat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tradisi yang menjadi perekat silaturahmi dan semangat gotong royong masyarakat.

"Kegiatan ini kita awali dengan doa. Mudah-mudahan seluruh rangkaian Kenduri Adat berjalan lancar serta mendapat ridha Allah SWT," kata Syaukani.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis, seluruh pengurus LAMR, para seniman, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Sepekan Kenduri Adat.

"Kenduri Adat merupakan warisan leluhur yang harus terus kita pelihara. LAMR berkomitmen menjaga dan mengembangkan seni budaya Melayu agar tetap hidup serta diwariskan kepada generasi penerus," ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri Ilham Noor, mengajak seluruh masyarakat menjaga marwah adat Melayu sebagai pondasi kehidupan bermasyarakat.

"Kita adalah pewaris tradisi yang luhur. Jangan pernah melupakan jati diri sebagai masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi adat, agama, dan budaya. Kenduri Adat ini menjadi bukti bahwa kita masih teguh memegang warisan para leluhur," tegas Ilham Noor.

Kemeriahan acara semakin terasa ketika Sanggar Panca Khidmat Kelapapati mempersembahkan Tari Zapin Tradisi. Penampilan sanggar binaan Datok Bahar tersebut memukau para tamu undangan melalui gerakan yang dinamis dipadukan syair-syair Melayu yang sarat makna. Tepuk tangan bergemuruh mengiringi setiap penampilan yang semakin menghidupkan suasana Balai Adat.

Selain Zapin Tradisi, berbagai pertunjukan seni budaya Melayu turut ditampilkan. Hidangan kenduri yang berasal dari prosesi penyembelihan kerbau sehari sebelumnya juga disajikan kepada seluruh tamu dan masyarakat sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan persaudaraan.

Pelaksanaan Sepekan Kenduri Adat tahun ini dinilai lebih semarak karena menghadirkan beragam kegiatan budaya, mulai dari gotong royong kampung, Lomba Mendodoi Anak, permainan tradisional Menongkah Kelam, Gelanggang Corak Budaya yang menampilkan seni lintas etnis seperti barongsai dan reog, hingga Melengah Malam atau Car Free Night. Seluruh rangkaian kegiatan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat lintas usia dan budaya.

Keberhasilan penyelenggaraan Kenduri Adat menunjukkan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Bengkalis, LAMR, para seniman, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian adat istiadat Melayu sebagai identitas Negeri Junjungan.

Turut hadir dalam puncak Kenduri Adat tersebut Bupati Bengkalis Kasmarni, Bupati Bengkalis ke-14 Amril Mukminin, Wakil Bupati Bagus Santoso, Ketua DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, Ketua DPH LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri Syaukani Al Karim, Ketua MKA LAMR Datuk Seri Ilham Noor, Sekretaris DPH Datuk Abdul Vattah, Sekretaris Daerah Bengkalis dr. Ersan Saputra, Anggota DPD RI Dapil Riau Sewitri, Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis Siti Aisyah, unsur Forkopimda, para kepala OPD, pengurus LAMR kabupaten dan kecamatan, serta tokoh adat dan seniman.

Berakhirnya puncak Kenduri Adat diharapkan menjadi energi baru bagi masyarakat Bengkalis untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya Melayu, dan bersama-sama membangun Negeri Junjungan yang maju, bermarwah, dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....