LAMR Harapkan Kenduri Adat Terus Menjadi Warisan Budaya Bengkalis
- 28 Jul 2026 12:25 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis berharap tradisi Kenduri Adat yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi Bengkalis dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas masyarakat Negeri Junjungan. Tradisi tersebut dinilai tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi simbol persatuan, rasa syukur, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Abdul Fattaah, mengatakan Kenduri Adat merupakan salah satu tradisi Melayu yang telah berlangsung sejak lama dan hingga kini tetap dipertahankan sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Bengkalis. Melalui tradisi tersebut, seluruh lapisan masyarakat dapat berkumpul tanpa memandang jabatan maupun status sosial.
Menurutnya, Kenduri Adat memiliki filosofi mendalam, yakni mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta mengajarkan nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Melayu.
"Kenduri Adat bukan sekadar makan bersama, tetapi menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas perjalanan sejarah Bengkalis. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat saling menghormati yang harus terus kita wariskan," kata Datuk Abdul Fattaah saat Dialog Interaktif RRI Bengkalis, Senin 27 juli 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Kenduri Adat tahun ini akan diikuti sekitar 1.300 undangan dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, tokoh adat, alim ulama, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum.
Selain sebagai agenda budaya, Kenduri Adat juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana kekeluargaan. Menurut Datuk Abdul Fattaah, semangat inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat Bengkalis dalam membangun daerah.
Sementara itu, Anggota Tim Pencari Fakta Hari Jadi Bengkalis, Haji Alam, berharap tradisi Kenduri Adat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri masyarakat Melayu.
Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh menghilangkan tradisi yang telah diwariskan para leluhur. Sebaliknya, tradisi tersebut perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah masyarakat.
"Tradisi seperti Kenduri Adat harus tetap dijaga. Anak-anak muda perlu dilibatkan sehingga mereka memahami bahwa adat Melayu bukan hanya cerita masa lalu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bengkalis hingga hari ini," ujarnya.
Ia menambahkan, pelestarian budaya memerlukan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga adat, dunia pendidikan, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar nilai-nilai adat Melayu tetap berkembang dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Melalui peringatan Hari Jadi Bengkalis ke-514, LAMR Kabupaten Bengkalis berharap Kenduri Adat tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi terus berkembang sebagai warisan budaya yang membanggakan masyarakat. Dengan demikian, semangat kebersamaan, rasa syukur, dan nilai-nilai luhur Melayu akan tetap hidup dan menjadi fondasi dalam membangun Bengkalis yang maju, berbudaya, dan harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....