Pembuatan Arang Briket Libatkan Komunitas Adat Terpencil Desa Bantan Air
- 27 Jul 2026 14:53 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pemanfaatan limbah batok kelapa menjadi arang briket terus dikembangkan sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Kegiatan yang diprakarsai oleh pengrajin briket, Sani ini tidak hanya mengolah limbah kelapa menjadi produk bernilai jual, tetapi juga melibatkan komunitas adat terpencil (KAT) yang berada di desa tersebut sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.
Pengrajin briket, Sani mengatakan pemanfaatan batok kelapa menjadi arang briket tidak hanya bertujuan menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan penghasilan.
"Kami ingin mengajak masyarakat, termasuk komunitas adat terpencil di Desa Bantan Timur, agar dapat memanfaatkan potensi batok kelapa yang selama ini belum bernilai menjadi produk yang memiliki nilai jual. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat," ujar Sani, Senin 27 Juli 2026.
Selain memberikan manfaat ekonomi, pembuatan arang briket batok kelapa juga mendukung pengelolaan limbah yang lebih baik. Batok kelapa yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya saing di pasaran, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor usaha.
"Dalam proses produksinya, batok kelapa diolah melalui beberapa tahapan, mulai dari proses pembakaran hingga menjadi arang, penghancuran, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, dan pengeringan. Hasil akhirnya berupa arang briket yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan," terang sani.
Keterlibatan komunitas adat terpencil menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan ini. Melalui pendampingan dan keterlibatan langsung dalam proses produksi, anggota komunitas memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan peluang kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi.
Melalui kolaborasi antara pengrajin lokal dan komunitas adat terpencil, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan pendapatan, serta mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Desa Bantan Timur
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....