Inovasi Teknologi Pemusnah Sampah Ramah Lingkungan Berbasis Energi Terbarukan

  • 31 Mei 2026 21:50 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis memperkenalkan teknologi pemusnah sampah berbasis ramah lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Teknologi Pemusnah Sampah Berbasis Ramah Lingkungan”. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan di daerah. Kegiatan yang digelar di lingkungan DLH Kabupaten Bengkalis tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, lembaga penegak kebijakan, hingga akademisi dan komunitas lingkungan, acara ini juga menampilkan pemaparan teknologi incinerator Obsidizer yang dikembangkan sebagai sistem pengolahan sampah modern.

Pemateri dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Riau, Lukman Hakim Nasution, menjelaskan teknologi ini dirancang untuk menjawab persoalan sampah yang semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat. Menurutnya, alat tersebut menggabungkan beberapa proses pengolahan seperti comminution, fragmentation, serta metode pirolisis dan pirometalurgi dengan suhu pembakaran hingga sekitar 1000°C. Sistem ini menggunakan ruang bakar ganda untuk memastikan proses pembakaran lebih sempurna dan terkendali.

“Alat ini menggunakan sistem ruang bakar ganda, yaitu primary chamber dan secondary chamber, sehingga pembakaran berlangsung lebih sempurna dan terkontrol. Teknologi tersebut tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan energi listrik melalui pengolahan panas yang dihasilkan dari proses pembakaran. Sisa pembakaran berupa abu juga dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan seperti kompos hingga bahan budidaya perikanan.

Dalam implementasinya, pengembangan alat Obsidizer turut melibatkan kerja sama dengan Politeknik Negeri Bengkalis, khususnya dalam aspek desain dan penerapan teknologi agar sesuai dengan kebutuhan daerah. Biaya pembuatan alat ini diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta pada tahun 2025," jelas Lukman, Sabtu 30 Mei 2026.

Sementara itu, Sekretaris DLH Kabupaten Bengkalis, Marngatin, menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam pengelolaan sampah daerah. Ia menyebut Kabupaten Bengkalis saat ini memiliki empat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang masih membutuhkan penguatan sistem pengelolaan. Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya, melalui pemilahan rumah tangga serta pengembangan bank sampah di tingkat desa dan kecamatan.

“Diperlukan pemahaman bersama antar seluruh pihak agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara terpadu. Selain itu, dukungan anggaran juga menjadi faktor penting dalam menunjang operasional pengelolaan sampah,” ujarnya.

Marngatin menambahkan bahwa penguatan bank sampah merupakan langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, dengan target setiap desa memiliki bank sampah unit dan setiap kecamatan memiliki bank sampah aktif. Dalam sesi diskusi, peserta juga menyoroti dampak lingkungan dari teknologi tersebut. Narasumber menjelaskan bahwa sistem pembakaran terkontrol dan pemanfaatan energi panas membuat teknologi ini lebih ramah lingkungan dibanding metode konvensional, serta tidak memberikan dampak signifikan terhadap efek rumah kaca.

Selain itu, alat ini juga mampu mengolah berbagai jenis sampah dengan karakteristik berbeda, termasuk kertas dan kaca, yang dapat diproses sesuai titik leburnya pada suhu tinggi. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap inovasi teknologi pemusnah sampah berbasis ramah lingkungan dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pengembangan teknologi lokal yang adaptif dan berdaya guna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....