Harmoni Etnis Jadi Benteng Bengkalis Hadapi Hoaks di Era Digital
- 15 Jul 2026 15:32 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Keberagaman suku dan budaya di Kabupaten Bengkalis dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran hoaks di media sosial. Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) terus memperkuat literasi digital dan komunikasi lintas etnis agar kerukunan masyarakat tetap terpelihara.
Hal tersebut disampaikan dalam program Dialog Negeri Junjungan bertema "Harmoni Etnis, Bersatu Membangun Bengkalis Bermarwah" yang menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bengkalis, Dr. H. Suwarto, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Bengkalis, Drs. Yuhelmi, M.Si., Rabu (15/7/2026).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bengkalis, Dr. H. Suwarto, mengatakan menjaga stabilitas sosial merupakan salah satu syarat penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah. Karena itu, Kesbangpol terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat, paguyuban, serta kelompok etnis yang ada di Kabupaten Bengkalis.
Menurutnya, peran Kesbangpol tidak hanya menjaga stabilitas politik, tetapi juga memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk agar cita-cita mewujudkan Bengkalis Bermasa, Bermarwah, Maju, dan Sejahtera dapat tercapai.
"Kesbangpol merupakan garda terdepan dalam menciptakan situasi yang kondusif. Oleh sebab itu kami terus merangkul berbagai paguyuban, organisasi, dan etnis agar tujuan membangun Kabupaten Bengkalis yang bermarwah dapat terwujud," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Bengkalis, Drs. Yuhelmi, M.Si., menilai tantangan menjaga persatuan saat ini semakin besar dengan berkembangnya media sosial yang memungkinkan informasi menyebar sangat cepat, termasuk berita bohong maupun isu provokatif.
Namun demikian, ia optimistis masyarakat Bengkalis, khususnya komunitas lintas etnis, telah memiliki kesadaran yang baik dalam menyikapi informasi yang beredar. Hal itu tidak terlepas dari edukasi yang terus dilakukan FPK melalui berbagai pertemuan bersama tokoh masyarakat dan perwakilan etnis.
Yuhelmi mengatakan setiap informasi yang diterima masyarakat harus terlebih dahulu disaring dan dikaji berdasarkan etika, adat istiadat, serta nilai-nilai kebersamaan sebelum dipercaya ataupun disebarluaskan.
"Kami selalu mengingatkan bahwa setiap informasi harus disaring terlebih dahulu. Lihat apakah sesuai dengan etika, adat, dan nilai-nilai yang kita pegang. Dengan begitu masyarakat tidak mudah terprovokasi," jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan literasi digital menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah potensi konflik sosial yang dipicu oleh penyebaran hoaks. Sikap kritis masyarakat dalam menerima informasi diyakini mampu memperkuat ketahanan sosial di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan di Kabupaten Bengkalis.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Forum Pembauran Kebangsaan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat, Bengkalis diharapkan dapat terus menjadi daerah yang aman, harmonis, dan toleran. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam menghadapi tantangan era digital.
Kontributor : Nurfitriani
Editor : RRI Bengkalis
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....