Lapas Bengkalis Hadirkan Ruang Toleransi, Pembinaan Rohani Diperkuat
- 10 Jul 2026 11:18 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis terus memperkuat perannya sebagai lembaga pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan melalui program pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama maupun keyakinan.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyediaan fasilitas ibadah yang lengkap serta terciptanya suasana toleransi yang harmonis di lingkungan lapas. Melalui pendekatan spiritual, warga binaan didorong untuk memperbaiki diri sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.

Bagi warga binaan beragama Islam, Masjid Al-Ihsan menjadi pusat kegiatan pembinaan keagamaan. Berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Lapas Kelas IIA Bengkalis secara rutin menyelenggarakan program pesantren yang berisi pembelajaran membaca Al-Qur'an, pendalaman ilmu agama, hingga kajian nilai-nilai moral dan akhlak.
Sementara itu, hak beribadah warga binaan non-Muslim juga dipenuhi secara setara. Lapas menyediakan gedung gereja yang representatif bagi warga binaan beragama Kristen. Pembinaan rohani di gereja tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis melalui kehadiran pendeta dan pelayan rohani secara berkala.

Tak hanya itu, Lapas Bengkalis juga menyediakan fasilitas klenteng bagi warga binaan beragama Buddha maupun Konghucu, khususnya dari kalangan masyarakat Tionghoa. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap hak setiap warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya sekaligus membangun kesadaran diri melalui pembinaan spiritual.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam membentuk karakter warga binaan agar siap kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

"Pembinaan kerohanian merupakan fondasi penting dalam proses pembinaan warga binaan. Ketika nilai-nilai spiritual tertanam dengan baik, maka akan tumbuh kesadaran untuk memperbaiki diri, menaati aturan, serta menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab saat kembali ke lingkungan masyarakat," ujar Priyo Tri Laksono, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurutnya, pemenuhan hak beribadah bagi seluruh warga binaan merupakan amanat yang harus dijalankan oleh lembaga pemasyarakatan tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh warga binaan. Kehadiran masjid, gereja, maupun klenteng di lingkungan Lapas Bengkalis menjadi simbol bahwa toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman terus kami jaga. Harapannya, melalui pembinaan spiritual ini mereka memiliki bekal moral yang kuat untuk kembali diterima dan berkontribusi positif di tengah masyarakat," tambahnya.
Melalui sinergi bersama Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis dan berbagai pihak terkait, Lapas Kelas IIA Bengkalis terus menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pembentukan karakter, moral, dan spiritual.
Keberadaan fasilitas ibadah yang lengkap serta suasana toleransi yang terpelihara menjadi bukti bahwa harapan dan kesempatan untuk berubah selalu terbuka bagi setiap warga binaan. Dari masjid, gereja hingga klenteng yang berdiri di lingkungan Lapas Bengkalis, semangat memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik terus ditanamkan sebagai bekal menuju reintegrasi sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....