Buya Amrizal: Dakwah Perlu Lebih Banyak Membahas Kemiskinan dan Keadilan Sosial
- 17 Jun 2026 18:41 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Buya H. Amrizal, menilai dakwah Islam perlu lebih banyak menyentuh persoalan kemiskinan, keadilan sosial, dan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, isu-isu sosial merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang harus mendapat perhatian bersama.
Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Negeri Junjungan Menyapa di RRI Bengkalis saat membahas makna Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Buya Amrizal mengatakan, masyarakat saat ini sering kali lebih fokus pada perbedaan-perbedaan kecil yang berpotensi memecah belah, sementara persoalan kemanusiaan yang lebih mendasar justru kurang mendapat perhatian.
“Yang perlu kita kedepankan adalah persamaan. Sementara perbedaan jangan sampai menjadi penyebab perpecahan. Kita perlu lebih banyak membicarakan persoalan kemanusiaan, keadilan, dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan di tengah masyarakat,” ujarnya, Rabu 17 Juni 2026.
Menurut Buya Amrizal, Islam merupakan agama yang sangat menekankan nilai kepedulian sosial. Banyak ayat Al-Qur'an maupun hadis yang mengajarkan umat Islam untuk membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, memperhatikan tetangga, serta memperjuangkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia menjelaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu menghadirkan rasa keadilan dan kesejahteraan bagi kelompok yang kurang beruntung.
Karena itu, dakwah tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga harus mendorong lahirnya kepedulian terhadap persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Menurutnya, umat Islam perlu diajak untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan.
“Jangan sampai ada tetangga yang kesulitan makan sementara kita tidak peduli. Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari keimanan yang diajarkan Islam,” katanya.
Buya Amrizal menambahkan, semangat kepedulian sosial juga dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti sedekah, zakat, infak, gotong royong, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Langkah tersebut dinilai mampu membantu mengurangi kesenjangan sosial sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Momentum Tahun Baru Islam, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen dalam membangun kehidupan yang lebih adil dan peduli. Dengan menumbuhkan kesadaran sosial, umat Islam tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.
Ia berharap dakwah yang menyentuh persoalan kemanusiaan dapat mendorong lahirnya masyarakat yang lebih peduli, saling membantu, dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....