Harga Pupuk NPK Naik 20 Persen, Petani Milenial Desak adakan Pupuk Bersubsidi

  • 14 Jun 2026 21:21 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalıs - Petani di Pulau Bengkalis menjerit, harga pupuk non-subsidi melambung tinggi hingga 20 persen, sementara pupuk bersubsidi tidak tersedia sama sekali. Kondisi ini memberatkan petani, termasuk Kelompok Tani Milenial Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Keluhan itu disampaikan Ketua Kelompok Tani Milenial, Abdul Razak, saat diwawancarai RRI. Menurutnya, kenaikan harga pupuk sangat memberatkan petani yang lahannya berada di wilayah gambut dan tidak mendapatkan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah.

“Kalau untuk harga pupuk saat ini kenaikannya sangat luar biasa bisa mencapai harga 20% dari harga sebelumnya karena kita di petani Pulau Bengkalis ini tidak mendapatkan pupuk yang bersubsidi,” ujar Abdul Razak, Minggu 14 Juni 2026.

Ia merinci, pupuk NPK yang sebelumnya dijual Rp700.000 per karung 50 kg, kini naik menjadi Rp930.000 per karung. Lonjakan harga itu terjadi pada seluruh jenis pupuk kimia non-subsidi seperti urea dan NPK.

Abdul Razak menegaskan, ketiadaan pupuk subsidi membuat biaya produksi pertanian di Bengkalis menjadi lebih tinggi dibanding daerah lain. Padahal kelompok tani yang diketuainya terus berupaya meningkatkan produktivitas di lahan gambut seluas 2 hektare lebih dengan menanam semangka, cabai, dan jagung manis.

“Abdul Razak juga meminta kepada pemerintah untuk mendatangkan pupuk subsidi agar dapat meringankan para petani dalam penyediaan pupuk untuk tanaman tersebut,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera merealisasikan distribusi pupuk bersubsidi ke Pulau Bengkalis. Sebab tanpa subsidi, petani kecil akan kesulitan menutup biaya tanam, terlebih saat harga jual hasil pertanian tidak selalu stabil.

Meski terbebani harga pupuk, kelompok tani milenial tetap berupaya bertahan. Untuk mengatasi kendala lahan gambut, mereka hanya mengandalkan dolomit dan pupuk kandang dengan dosis dolomit yang dilebihkan.

“Kami saat ini bisa mengganti cangkul dengan mesin, ada alat risol check ini digunakan untuk mengetahui kandungan yang ada di tanah tersebut,” ujar Abdul Razak. Tujuannya agar pemberian pupuk lebih efisien sesuai kebutuhan tanaman.

Kelompok Tani Milenial Pambang Baru kini membudidayakan sekitar 6.000 pohon semangka. Sekali panen cabai juga bisa menghasilkan 2 ton lebih yang dipasarkan ke Pasar Terubuk Bengkalis dan pasar tradisional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....