Pelabuhan Batu Panjang Disiapkan Jadi Gerbang Baru Rupat ke Batam
- 02 Jun 2026 15:21 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pelabuhan Batu Panjang di Kecamatan Rupat diproyeksikan menjadi gerbang baru konektivitas Pulau Rupat dengan sejumlah daerah strategis di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Keberadaan pelabuhan tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, saat meninjau Pelabuhan Batu Panjang beberapa waktu lalu. Menurut Ardiansyah, letak Pelabuhan Batu Panjang yang strategis menjadikannya sangat potensial sebagai pusat transportasi laut yang mampu melayani berbagai kebutuhan masyarakat pesisir.
"Ke depan kami berharap Pelabuhan Batu Panjang dapat melayani sejumlah rute pelayaran penting seperti Bengkalis, Dumai, Selatpanjang, Batam hingga Tanjung Balai Karimun. Dengan begitu masyarakat memiliki lebih banyak pilihan akses transportasi laut yang cepat dan nyaman," ujar Ardiansyah, Selasa 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga berharap pelabuhan tersebut dapat menjadi salah satu titik singgah kapal feri penumpang. Beberapa operator kapal yang diharapkan dapat beroperasi di pelabuhan tersebut antara lain Batam Jet dan Mulia Kencana yang selama ini cukup diminati masyarakat kawasan pesisir.
"Kami berharap Pelabuhan Batu Panjang dapat menjadi salah satu titik singgah kapal feri penumpang. Beberapa operator yang diharapkan dapat beroperasi di pelabuhan ini antara lain Batam Jet dan Mulia Kencana yang selama ini menjadi moda transportasi favorit masyarakat di kawasan pesisir," katanya.
Apabila rencana tersebut dapat direalisasikan, masyarakat Pulau Rupat tidak perlu lagi menempuh perjalanan yang lebih jauh untuk memperoleh akses transportasi laut menuju berbagai kota tujuan. Kehadiran layanan kapal reguler diyakini akan memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.
Namun demikian, Ardiansyah mengungkapkan bahwa saat ini Pelabuhan Batu Panjang masih berada milik kementrian perhubungan, sehingga belum ada proses pengelolaan yang dapat dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
"Pelabuhan tersebut masih berada di bawah kewenangan provinsi. Saat ini belum ada proses yang berjalan karena status dan pemanfaatannya masih perlu dibahas bersama. Namun kami berniat menjadikannya sebagai pelabuhan kapal feri sehingga tidak perlu lagi membangun ponton karena akses naik turun penumpang sudah tersedia dari lantai dua," jelasnya.
Untuk mendukung rencana pemanfaatan pelabuhan tersebut, lanjut Ardiansyah, terdapat tiga opsi yang tengah dipertimbangkan, yakni melalui mekanisme hibah, pinjam pakai, atau pengelolaan bersama.
Selain berfungsi sebagai sarana transportasi penumpang, pelabuhan yang aktif juga diyakini mampu memperkuat sektor perdagangan masyarakat Pulau Rupat.
"Keberadaan pelabuhan yang aktif akan memperlancar distribusi hasil perikanan, pertanian dan berbagai produk unggulan masyarakat. Ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," ungkapnya.
Tidak hanya itu, sektor pariwisata juga diperkirakan akan memperoleh manfaat besar. Pulau Rupat yang dikenal memiliki potensi wisata pantai dan keindahan alam diyakini akan semakin mudah diakses wisatawan apabila didukung oleh layanan transportasi laut yang memadai.
Masyarakat setempat pun menyambut positif rencana pengembangan Pelabuhan Batu Panjang. Mereka berharap pembukaan rute-rute baru serta masuknya operator kapal feri dapat segera terwujud sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Pelabuhan Batu Panjang tidak hanya berfungsi sebagai tempat sandar kapal, tetapi juga diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, penghubung antar wilayah, sekaligus gerbang baru kemajuan Pulau Rupat di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....