Warga Tegal Sari Rawat Kambing Bertahun-tahun Demi Bisa Berkurban
- 27 Mei 2026 20:58 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis —Suasana Hari Raya Iduladha di Masjid Al Muslihun Tegal Sari, Kecamatan Bengkalis tahun ini terasa begitu hangat dan menyentuh. Di balik ramainya proses penyembelihan hewan kurban, tersimpan kisah perjuangan masyarakat kecil yang dengan penuh kesabaran memelihara kambing mereka sendiri demi dapat menunaikan ibadah kurban.
Sebanyak 18 ekor kambing yang dikurbankan tahun ini sebagian besar berasal dari hasil ternak warga. Hewan-hewan tersebut dipelihara secara mandiri selama bertahun-tahun oleh masyarakat dengan profesi sederhana seperti tukang bangunan, pedagang pasar, penjual lontong, penjual pecal hingga pedagang sayur keliling.
Ketua Masjid Al Muslihun Tegal Sari, Sarni mengatakan semangat masyarakat untuk berkurban terus meningkat meski kondisi ekonomi warga tergolong menengah ke bawah. Banyak warga yang rela menabung sejak lama dan merawat ternak sendiri agar dapat ikut berkurban pada Hari Raya Iduladha.
“Untuk kambing, banyak yang memang dipelihara sendiri oleh warga. Ada yang profesinya tukang, jualan lontong, pecal, sayur dan pedagang pasar, tapi mereka tetap semangat berkurban,” ujarnya, Rabu 27 Mei 2026.
Menurut Sarni, semangat itu menjadi bukti kuatnya nilai religius dan budaya gotong royong masyarakat Tegal Sari. Meski penghasilan harian tidak selalu mencukupi, warga tetap menyisihkan sebagian rezeki demi dapat berbagi kepada sesama melalui ibadah kurban.
Bagi sebagian warga, memelihara kambing bukan perkara mudah. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat, mereka tetap meluangkan waktu mencari rumput, membersihkan kandang dan merawat ternak sepulang bekerja.
Ada yang memulai dari membeli bibit kambing kecil, lalu dipelihara sedikit demi sedikit hingga layak dijadikan hewan kurban. Bahkan beberapa warga mengaku harus menahan keinginan membeli kebutuhan lain demi mempertahankan ternak tersebut hingga Iduladha tiba.
“Tiap hari mereka rawat sendiri. Kadang sebelum berangkat kerja cari rumput dulu. Ada juga yang pulang jualan masih sempat membersihkan kandang,” kata Sarni.
Selain 18 ekor kambing, panitia juga menyembelih 11 ekor sapi sehingga total daging kurban yang dibagikan mencapai lebih dari satu ton. Daging tersebut kemudian disalurkan kepada ratusan warga di sejumlah RT di kawasan Tegal Sari.
Di tengah kehidupan sederhana masyarakat pesisir itu, ibadah kurban bukan sekadar tradisi tahunan. Kurban menjadi simbol perjuangan, keikhlasan dan rasa syukur atas rezeki yang dimiliki meski tidak berlimpah.
Kisah para pekurban di Tegal Sari memperlihatkan bahwa makna Iduladha tidak selalu diukur dari besar kecilnya hewan yang dikurbankan. Namun lebih dari itu, tentang kesungguhan hati masyarakat kecil yang rela berkorban demi mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....