Puting Beliung di Desa Api-Api, SMPN 1 dan Rumah Warga Rusak Parah dan Listrik Padam

  • 07 Jun 2026 17:17 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Angin puting beliung disertai hujan yang menerjang Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Minggu, 7 Juni 2026 pagi, mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas pendidikan dan rumah warga.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kecamatan Bandar Laksamana, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di Jalan Jenderal Sudirman, Dusun Mekar Sari, Desa Api-Api.

Terjangan angin kencang menyebabkan kerusakan pada tiga unit rumah warga yang dihuni empat kepala keluarga dengan total 10 jiwa. Selain itu, dua fasilitas pendidikan yakni SMP Negeri 1 Bandar Laksamana dan TK Negeri 1 Desa Api-Api turut terdampak cukup serius.

Selain merusak bangunan, puting beliung juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang menutup badan jalan sehingga akses transportasi sempat terganggu. Tidak hanya itu, beberapa tiang listrik roboh yang mengakibatkan aliran listrik di wilayah terdampak mengalami pemadaman.

Meski menimbulkan kerusakan material, hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bengkalis, Rony Effriadi, mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi bersama seluruh unsur terkait untuk mempercepat penanganan dampak bencana.

"Begitu menerima laporan, kami bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, Polri, Dinas Pendidikan serta unsur terkait lainnya langsung turun melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi terdampak. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Rony.

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 1 Bandar Laksamana tetap dapat berjalan, terutama mengingat para siswa akan menghadapi ujian dalam waktu dekat.

"Hasil rapat koordinasi yang dilaksanakan sore ini menyepakati akan dilakukan gotong royong bersama untuk memindahkan sarana dan prasarana belajar mengajar serta mempersiapkan pelaksanaan ujian siswa yang dijadwalkan pada Selasa mendatang. Area sekolah juga akan disterilkan guna menghindari risiko yang dapat membahayakan masyarakat maupun siswa," jelasnya.

Rony menambahkan, BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan guna memastikan seluruh kebutuhan penanganan pascabencana dapat segera terpenuhi.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama saat hujan disertai angin kencang. Jika menemukan kondisi yang membahayakan, segera laporkan kepada pemerintah desa atau petugas terkait," pungkasnya.

Dalam penanganan kejadian ini, sejumlah unsur terlibat di antaranya BPBD, Damkar, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Bandar Laksamana, Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Satpol PP, pihak sekolah, Karang Taruna serta masyarakat setempat.

Hingga Minggu sore, proses pendataan kerusakan dan pembersihan material pohon tumbang masih terus dilakukan oleh petugas bersama warga secara bergotong royong.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....