Belajar Menerima Diri, Kunci Menemukan Ketenangan Hati

  • 16 Mei 2026 17:55 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis : Di tengah kehidupan yang penuh perbandingan sosial dan tuntutan untuk menjadi sempurna, masyarakat diingatkan pentingnya belajar menerima diri sendiri sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Bengkalis, Eny Gustinawati melalui kanal WhatsApp “Jalan Pulang”.

Dalam pesan reflektifnya, Eny mengajak masyarakat untuk tidak terus-menerus menyesali keadaan hidup ataupun merasa rendah diri atas kekurangan yang dimiliki. Menurutnya, setiap manusia telah dipilih Allah untuk menjalani jalan hidup terbaik sesuai kemampuan masing-masing.

“Beruntunglah kamu yang dipilih Allah menjadi dirimu hari ini. Dengan segala kurang dan lebihmu, dengan jalan hidupmu, dengan air mata dan senyummu,” ungkapnya.

Ia menegaskan, tidak ada satu pun takdir yang Allah berikan secara sia-sia. Setiap ujian, perjalanan hidup, hingga kondisi yang dialami seseorang merupakan bagian dari rencana terbaik yang telah Allah tetapkan.

Menurut Eny, sering kali seseorang merasa hidup orang lain terlihat lebih baik sehingga muncul rasa iri, kecewa, bahkan tidak percaya diri terhadap diri sendiri. Padahal, Allah menciptakan setiap manusia dengan keunikan dan keistimewaan masing-masing.

“Mungkin kita tidak seperti orang lain, tetapi Allah menciptakan kita dengan cara yang paling indah menurut-Nya,” katanya.

Ia menjelaskan, menerima diri dengan ikhlas bukan berarti menyerah terhadap keadaan, melainkan bentuk penghargaan terhadap kehidupan yang telah Allah titipkan. Dengan menerima diri, seseorang akan lebih mudah bersyukur, menjaga kesehatan mental, dan menjalani hidup dengan hati yang lebih tenang.

Eny juga mengingatkan pentingnya menghentikan kebiasaan membandingkan hidup dengan orang lain, terutama melalui media sosial yang sering menampilkan sisi terbaik seseorang. Menurutnya, kebahagiaan sejati bukan berasal dari pengakuan manusia, tetapi dari rasa syukur dan kedekatan kepada Allah SWT.

“Ketika hati mampu menerima diri sendiri dengan ikhlas, di situlah ketenangan akan hadir. Kita tidak lagi sibuk mengejar penilaian manusia, tetapi fokus memperbaiki diri dan mensyukuri hidup,” ujarnya.

Melalui pesan dakwah tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai dirinya sendiri, tetap optimis menjalani kehidupan, serta menjadikan rasa syukur sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....