Pemerintah Antisipasi Biaya dan Logistik Haji, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas

  • 31 Mar 2026 09:43 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga kualitas layanan bagi jamaah haji, baik dari sisi transportasi maupun konsumsi selama berada di Tanah Suci. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan ibadah Haji 2026 di tengah berbagai tantangan global.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto tetap berfokus pada keselamatan jamaah. Dua aspek utama yang menjadi prioritas adalah keamanan penerbangan serta kesiapan logistik pangan.

“Keselamatan jamaah menjadi prioritas utama, terutama terkait keamanan penerbangan dan ketersediaan logistik pangan,” ujar Dahnil saat melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, di Madinah, Minggu 29 Maret 2026 lalu.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat usai kedua delegasi melaksanakan ziarah dan salat Maghrib bersama di Raudah. Dalam kesempatan tersebut, berbagai aspek teknis penyelenggaraan ibadah Haji 2026 turut dibahas secara mendalam.

Terkait layanan konsumsi, Dahnil menyoroti pentingnya ketersediaan bahan pangan berdasarkan hasil peninjauan langsung ke sejumlah dapur katering di Arab Saudi. Ia mendorong agar setiap dapur penyedia makanan memiliki cadangan bahan baku hingga tiga bulan ke depan, termasuk makanan siap saji untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjamin terpenuhinya kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Selain itu, potensi kenaikan harga bahan bakar yang dapat berdampak pada biaya penerbangan jamaah juga menjadi perhatian dalam pembahasan bilateral tersebut. Hal ini dinilai penting mengingat dinamika global di sektor energi yang berpotensi memengaruhi operasional transportasi udara.

Abdulfattah menyampaikan bahwa secara umum persiapan penyelenggaraan haji oleh pemerintah Arab Saudi telah dilakukan dengan matang. Namun demikian, ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap perkembangan global, khususnya terkait energi. “Kenaikan harga bahan bakar perlu menjadi perhatian bersama, sehingga kedua negara dapat mengantisipasi agar layanan penerbangan tetap optimal,” ujarnya.*

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....