Kapolres Bengkalis Ikuti Rakor Lintas Sektoral Polda Riau
- 09 Mar 2026 21:35 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar ikuti rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral dalam rangka operasi ketupat Lancang Kuning 2026 guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta arus balik Idul Fitri tahun ini.
Rakor yang digelar di Aula Tribrata Mapolda Riau, Senin, 9 Maret 2026 dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan dihadiri pejabat utama Polda Riau, para Kapolres se-Polda Riau, serta berbagai instansi terkait dan pemangku kepentingan di Provinsi Riau.
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan Operasi Ketupat bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang harus dilaksanakan secara maksimal melalui kolaborasi lintas sektoral.

“Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana pelayanan kepada masyarakat. Dalam situasi global yang tidak menentu ini, kita harus bersatu dan bergotong royong untuk memastikan mudik Lebaran berjalan aman dan lancar,” ujar Irjen Herry Heryawan.
Kapolda juga menyoroti situasi geopolitik dunia yang saat ini tengah bergejolak, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga perang Rusia–Ukraina, yang turut berdampak terhadap stabilitas ekonomi global dan nasional, termasuk potensi kenaikan harga energi.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu dampak ekonomi di masyarakat, salah satunya fenomena panic buying menjelang hari besar keagamaan.

“Situasi global yang tidak menentu tentu berdampak pada perekonomian di dalam negeri. Salah satu yang perlu diantisipasi adalah panic buying yang sering terjadi menjelang hari besar ketika masyarakat khawatir terhadap ketersediaan pasokan,” jelasnya.
Oleh karena itu, Kapolda menginstruksikan Satuan Tugas Pangan untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi bahan pokok guna mencegah penimbunan serta menjaga stabilitas harga di pasaran.
Selain itu, Kapolda juga menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama seluruh instansi dalam mendukung berbagai program pemerintah serta memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama momentum mudik Lebaran.
“Kita harus mengedepankan kolaborasi dan kerja sama lintas sektor agar setiap program pemerintah dapat berjalan dengan baik, termasuk dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama Lebaran 2026,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau melaporkan bahwa tingkat kemantapan jalan provinsi saat ini mencapai 66,5 persen dari total panjang 2.897,4 kilometer.
Untuk mengantisipasi kerusakan jalan di jalur mudik, enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) telah disiagakan lengkap dengan alat berat.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Riau memprediksi arus mudik akan terbagi dalam dua fase, dengan puncak pertama diperkirakan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026.
Penggunaan kendaraan pribadi diprediksi masih mendominasi perjalanan mudik dengan persentase sekitar 65 persen. Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, pemerintah akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena Provinsi Riau diperkirakan memasuki musim kemarau lebih awal.
Kabut asap dari kebakaran lahan di sejumlah wilayah rawan seperti Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu jarak pandang di jalur mudik.
Dari sektor energi, PT Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi aman. Masa siaga pasokan energi telah ditetapkan mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.
Pertamina juga memprediksi adanya peningkatan konsumsi BBM selama periode mudik, dengan kenaikan penggunaan Pertalite sebesar 9,01 persen dan Solar sekitar 8 persen.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau bersama Bulog terus memantau kondisi inflasi yang saat ini berada di angka 5,30 persen. Berbagai langkah stabilisasi harga dilakukan melalui operasi pasar murah serta pengawasan distribusi minyak goreng Minyakita sebanyak 400 ton.
Polda Riau juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian selama masa mudik Lebaran.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menegaskan bahwa pihak kepolisian akan memberikan pelayanan maksimal demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama perayaan Idul Fitri.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama masa mudik Lebaran. Jika membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Call Center 110,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....