Tim Jejak Layar Polbeng Audiensi ke LAMR Bengkalis

  • 26 Jan 2026 04:15 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Sebagai upaya memperkuat sinergi antara teknologi dan pelestarian budaya lokal, Tim Jejak Layar yang merupakan mahasiswa Program Studi Keamanan Sistem Informasi Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menggelar kunjungan silaturahmi dan audiensi ke Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Senin, 19 Januari 2026.

Audiensi dibuka oleh Irfan Iswandi selaku Project Manager Tim Jejak Layar. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memaparkan proyek bertajuk “Sistem Informasi Berbasis Website untuk Arsip Budaya dan Sejarah Pulau Bengkalis” sebagai bentuk pemanfaatan teknologi digital untuk menjaga dan mendokumentasikan warisan budaya daerah.

“Melalui sistem informasi berbasis website ini, kami ingin mendokumentasikan arsip budaya dan sejarah Pulau Bengkalis agar tetap lestari dan dapat diakses generasi mendatang. Kami berharap pendampingan dari LAMR dapat memastikan pengembangan sistem ini tetap selaras dengan nilai adat dan keaslian sejarah.” ujar Irfan Iswandi.

Melalui proyek tersebut, lima mahasiswa yang tergabung dalam Tim Jejak Layar, yakni Natasya, Akmi, Irfan, Akbar, dan Aidil, mempresentasikan rancangan digitalisasi arsip budaya dan sejarah Pulau Bengkalis. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi media dokumentasi yang mudah diakses sekaligus sarana edukasi bagi generasi masa depan.

“Kami berharap proyek ini mendapatkan dukungan serta pendampingan dari LAMR Kabupaten Bengkalis agar pengembangan sistem berjalan selaras dengan nilai adat dan prinsip keaslian sejarah. Audiensi ini juga menjadi ruang dialog penting untuk memastikan inovasi teknologi tetap berada dalam koridor adab dan nilai luhur masyarakat Melayu,” jelas Irfan.

Kehadiran mahasiswa disambut positif oleh jajaran pengurus LAMR Kabupaten Bengkalis yang dihadiri para Datuk dan tokoh adat. Para pemangku adat mengapresiasi inisiatif digitalisasi arsip budaya tersebut sebagai langkah strategis dalam menjaga sejarah Bengkalis agar tidak hilang ditelan zaman.

Dalam diskusi, pihak LAMR menegaskan pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan akar budaya, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Hal ini dinilai penting agar modernisasi tidak menggerus nilai-nilai kearifan lokal.

Audiensi ditutup dengan kesepakatan bahwa proses validasi data sejarah yang dimuat dalam website akan melibatkan LAMR Kabupaten Bengkalis guna menjaga keaslian narasi dan nilai adat. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama di Balai Adat sebagai simbol sinergi antara mahasiswa sebagai generasi intelektual muda dan pemangku adat sebagai penjaga nilai budaya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....