Bolu Paranggi, Kue Tradisional Khas Mandar yang Legendaris

  • 03 Agt 2026 14:13 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Sulawesi Barat memiliki beragam kuliner tradisional yang masih bertahan hingga kini. Salah satunya adalah Bolu Paranggi, kue khas masyarakat Mandar yang memiliki bentuk unik menyerupai mangkuk kecil dengan permukaan merekah. Teksturnya yang lembut dipadukan dengan cita rasa manis dari gula aren menjadikan kue ini digemari oleh berbagai kalangan.

Dikutip dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Sekilas, Bolu Paranggi tampak sederhana. Namun, proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional.

Kue ini dipanggang menggunakan cetakan khusus di atas bara api, kemudian ditutup dengan penutup besi panas sehingga matang secara merata. Teknik memasak tersebut menghasilkan bagian luar yang sedikit renyah, sementara bagian dalam tetap lembut dan empuk.

Di Sulawesi Barat, Bolu Paranggi mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional maupun di warung yang berjajar di sepanjang jalan. Kue ini kerap menjadi teman menikmati secangkir kopi tubruk atau teh hangat, terutama pada sore hari.

Bahan-bahan

  • 1 kilogram gula merah atau gula aren
  • 1 butir telur
  • 1 kilogram tepung terigu
  • 1 sendok teh baking powder
  • 1 sendok makan TBM
  • 1 sendok teh vanili
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 3,5 gelas air
  • Minyak kelapa secukupnya untuk mengoles cetakan

Cara Membuat

  1. Rebus gula merah bersama air hingga larut, kemudian dinginkan.
  2. Panaskan penutup cetakan atau palekko di atas bara api.
  3. Kocok telur bersama baking powder, TBM, vanili, dan gula pasir hingga tercampur rata.
  4. Masukkan larutan gula merah yang telah dingin, kemudian aduk hingga merata.
  5. Tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga adonan halus.
  6. Panaskan cetakan Bolu Paranggi, lalu olesi dengan sedikit minyak kelapa.
  7. Tuang adonan ke dalam cetakan secukupnya.
  8. Tutup cetakan menggunakan palekko yang telah dipanaskan agar kue matang sempurna.
  9. Panggang selama kurang lebih lima menit atau hingga permukaan kue merekah dan matang.
  10. Angkat dari cetakan, lalu sajikan selagi hangat.

Keistimewaan Bolu Paranggi terletak pada perpaduan teksturnya yang lembut dengan aroma harum gula aren yang khas. Permukaannya yang merekah menjadi penanda bahwa adonan mengembang sempurna selama proses pemanggangan.

Rasa manis yang tidak berlebihan membuat Bolu Paranggi cocok dinikmati sebagai camilan keluarga maupun sajian untuk tamu. Kue ini juga menjadi salah satu oleh-oleh khas yang banyak dicari wisatawan saat berkunjung ke Sulawesi Barat.

Sebagai salah satu warisan kuliner masyarakat Mandar, Bolu Paranggi mencerminkan kekayaan tradisi dalam mengolah bahan-bahan sederhana menjadi sajian yang lezat dan bernilai budaya. Melestarikan kue tradisional seperti Bolu Paranggi merupakan bagian dari upaya menjaga kekayaan kuliner Nusantara agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....