Sie Kameng, Warisan Kuliner Aceh dengan Rempah Melimpah

  • 12 Mei 2026 13:20 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Sie Kameng menjadi salah satu kuliner khas Aceh yang terkenal dengan cita rasa gurih, pedas, dan kaya rempah. Hidangan berbahan dasar daging kambing ini kerap hadir dalam berbagai acara adat, kenduri, hingga tradisi makan bersama masyarakat Aceh.

Dalam bahasa Aceh, “sie” berarti daging, sedangkan “kameng” berarti kambing. Sesuai namanya, sajian ini menggunakan potongan daging dan jeroan kambing yang dimasak bersama santan serta aneka rempah pilihan hingga menghasilkan kuah kari yang kental dan harum.

Dikutip dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Keistimewaan Sie Kameng terletak pada penggunaan rempah-rempah yang melimpah. Tidak kurang dari 20 jenis bumbu digunakan untuk menciptakan rasa gurih yang khas dan mendalam. Beberapa di antaranya ialah serai, daun temurui atau salam koja, kapulaga, bunga lawang, kayu manis, cengkih, hingga adas.

Aroma harum dari daun kari menjadi ciri khas yang membuat hidangan ini berbeda dari kari kambing lainnya. Selain itu, tambahan kelapa gongseng atau unele yang dihaluskan juga menjadi rahasia kelezatan kuah Sie Kameng.

Proses memasaknya pun masih mempertahankan cara tradisional. Dalam budaya masyarakat Aceh, Sie Kameng biasanya dimasak secara gotong royong menggunakan kuali besar oleh kaum pria. Hidangan ini juga kerap menjadi bagian dari Kuah Beulangong, masakan tradisional Aceh yang identik dengan kebersamaan.

Daging kambing dimasak dalam waktu cukup lama hingga empuk dan bumbu meresap sempurna. Menariknya, meski menggunakan daging dan jeroan kambing, aroma prengus khas kambing hampir tidak terasa karena kuatnya perpaduan rempah-rempah yang digunakan.

Sie Kameng paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat, roti cane, maupun lontong. Bagi masyarakat Aceh, hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol kemakmuran, kekeluargaan, dan tradisi yang terus dijaga hingga kini.

Bahan-bahan:

  • 1 kilogram daging kambing bertulang, potong-potong
  • 500 gram jeroan kambing, bersihkan dan potong-potong
  • 15 lembar daun temurui atau salam koja
  • 2 batang serai, memarkan
  • 4 butir bawang merah, cincang
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 5 sendok makan minyak sayur
  • 1,5 liter santan kelapa

Bumbu halus:

  • 15 buah cabai merah kering
  • 7 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri sangrai
  • 3 butir cengkih sangrai
  • 2 butir kapulaga sangrai
  • 1 buah bunga lawang sangrai
  • 1 sendok teh jintan sangrai
  • 1 sendok makan kas-kas sangrai
  • ½ sendok teh adas sangrai
  • Ketumbar sangrai secukupnya
  • 2 sentimeter kayu manis
  • ½ sendok makan kunyit cincang
  • ½ sendok makan jahe cincang
  • ½ sendok makan merica butiran
  • 1 sendok teh garam

Cara membuat:

  1. Campurkan potongan daging kambing dengan bumbu halus, lalu diamkan sekitar 10 menit agar bumbu meresap.
  2. Panaskan minyak sayur, kemudian tumis bawang merah dan bawang putih cincang hingga harum.
  3. Masukkan daging kambing, lalu aduk hingga berubah warna.
  4. Tambahkan jeroan kambing, daun temurui, dan serai. Aduk hingga merata.
  5. Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
  6. Masak dengan api sedang hingga daging empuk, kuah mengental, dan minyak mulai keluar di permukaan.
  7. Angkat dan sajikan selagi hangat.

Sebagai salah satu warisan kuliner Nusantara, Sie Kameng tidak hanya menawarkan kelezatan rasa, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi dan budaya masyarakat Aceh yang tetap lestari dari generasi ke generasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....