Waspada Serangan Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA Bengkalis
- 29 Agt 2026 12:01 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Bengkalis menunjukkan tren peningkatan seiring kondisi cuaca panas dan kabut asap dalam beberapa hari terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mencatat kenaikan kasus ISPA secara berturut-turut sejak 26 hingga 28 Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ermanto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, mengatakan peningkatan kasus ISPA memang terjadi dalam dua hingga tiga hari terakhir. Namun kenaikan tersebut belum tergolong signifikan.
“Kasus ISPA memang meningkat dalam dua sampai tiga hari terakhir ini, namun peningkatannya belum terlalu signifikan,” ujar Irawadi pada Sabtu 29 Agustus 2026.
Berdasarkan rekapitulasi harian Dinkes Bengkalis, kasus ISPA pada 26 Agustus tercatat sebanyak 51 kasus. Jumlah tersebut meningkat menjadi 63 kasus pada 27 Agustus dan kembali naik menjadi 76 kasus pada 28 Agustus.
Selain ISPA, Dinkes juga mencatat sejumlah penyakit yang berkaitan dengan dampak asap, di antaranya pneumonia, konjungtivitis atau iritasi mata, iritasi kulit dan asma.
Pada 26 Agustus, tercatat satu kasus pneumonia, tiga kasus konjungtivitis, dua kasus iritasi kulit dan tiga kasus asma. Sehari kemudian, pneumonia tidak tercatat, sementara konjungtivitis mencapai enam kasus, iritasi kulit tiga kasus dan asma lima kasus.
Sedangkan pada 28 Agustus, tercatat satu kasus pneumonia, empat kasus konjungtivitis, enam kasus iritasi kulit dan lima kasus asma.
Jika seluruh kasus tersebut dijumlahkan, Dinkes Bengkalis mencatat 60 kasus pada 26 Agustus, meningkat menjadi 77 kasus pada 27 Agustus, dan kembali naik menjadi 87 kasus pada 28 Agustus.
Irawadi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kondisi tubuh selama cuaca panas serta kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap.
“Masyarakat tetap harus menjaga kesehatan, terutama dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan memperbanyak minum air putih,” katanya.
Menurutnya, konsumsi air putih yang cukup penting untuk membantu menjaga kelembapan tubuh, terutama ketika masyarakat terpapar udara panas dan asap yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan maupun tenggorokan.
“Cuaca panas dan kabut asap yang terhirup dapat menyebabkan iritasi, terutama di bagian tenggorokan. Karena itu, kita harus banyak minum agar kondisi tubuh tetap terjaga,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama kondisi udara memburuk. Terlebih, berdasarkan data tiga hari terakhir, jumlah kasus penyakit yang berkaitan dengan dampak asap menunjukkan kecenderungan meningkat.
Dinkes Bengkalis mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat serta segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, maupun gangguan kesehatan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....