Kasus DBD Meningkat, RSUD Bengkalis Pastikan Layanan Optimal
- 28 Jul 2026 15:17 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis mencatat adanya peningkatan jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) selama periode Januari hingga Juni 2026. Lonjakan kasus mulai terlihat sejak Mei dan berlanjut pada Juni, seiring meningkatnya penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Mengantisipasi bertambahnya pasien, RSUD Bengkalis memastikan seluruh layanan kesehatan tetap berjalan optimal. Berbagai langkah telah disiapkan, mulai dari menjamin ketersediaan obat-obatan, cairan infus, stok darah, hingga kesiapan ruang rawat inap dan tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien DBD.
Direktur RSUD Bengkalis dr. Azahari Effendy melalui Kepala Bidang Pelayanan, Ns. Tino Suhendro mengatakan pihak rumah sakit telah melakukan berbagai upaya agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
"Kami telah mengantisipasi peningkatan kasus DBD dengan memastikan ketersediaan obat-obatan, cairan infus, stok darah, serta kesiapan ruang rawat inap dan tenaga kesehatan. Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang cepat, aman, dan optimal," ujar Tino, Selasa 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan, koordinasi juga terus dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis dan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) guna memastikan seluruh kebutuhan pelayanan pasien DBD dapat terpenuhi, terutama terkait ketersediaan darah bagi pasien yang memerlukan tindakan medis.
"Sinergi dengan Dinas Kesehatan dan UTDRS terus kami perkuat agar seluruh kebutuhan pelayanan pasien dapat dipenuhi dengan baik. Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat," tambahnya.
Selain meningkatkan kesiapan pelayanan, RSUD Bengkalis juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penyebaran DBD dengan menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan berbagai upaya pencegahan lainnya.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi selama dua hingga tiga hari yang disertai gejala seperti nyeri otot, mual, muntah, muncul bintik merah pada kulit, atau tanda-tanda lain yang mengarah pada DBD. Penanganan sejak dini dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan keselamatan pasien.
RSUD Bengkalis menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, cepat, aman, dan berkualitas, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue melalui pelayanan medis yang optimal dan edukasi kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....