Cara Mengembalikan Fungsi Otak setelah Terlalu Sering Scroll Media Sosial
- 10 Jul 2026 19:21 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggulir media sosial dapat membuat otak mengalami overstimulasi akibat paparan informasi yang datang tanpa henti. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan fokus, daya ingat, hingga motivasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, fungsi otak masih dapat dipulihkan melalui perubahan gaya hidup yang sederhana namun konsisten. Dokter Spesialis Saraf, dr. Lilir Amalini, Sp.N, CFIDN, AIFO-K, mengatakan kondisi yang populer disebut brain rot bukanlah kerusakan otak permanen. Menurutnya, kondisi tersebut lebih disebabkan oleh overstimulasi dopamin akibat konsumsi konten digital secara berlebihan.
"Kabar baiknya, kondisi ini masih bisa diperbaiki karena yang terjadi adalah overstimulasi dopamin, bukan kerusakan permanen pada otak," ujarnya.
| Baca juga: Cara Menghilangkan Rasa Tidak Percaya Diri |
Langkah pertama yang disarankan adalah membatasi paparan media sosial. Menurut dr. Lilir, penggunaan media sosial sebaiknya dikurangi secara bertahap agar otak tidak terus-menerus menerima rangsangan instan.
"Batasi waktu scrolling, misalnya sekitar 30 hingga 60 menit dalam sehari. Berikan kesempatan kepada otak untuk beristirahat dari banjir informasi yang terus masuk," katanya.
Selain membatasi penggunaan gawai, masyarakat juga dianjurkan mulai melatih kembali kemampuan kognitif melalui aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama. Salah satunya adalah membaca buku cetak.
Dr. Lilir menjelaskan bahwa membaca buku fisik memberikan stimulasi yang berbeda dibandingkan membaca melalui layar gawai. Saat membaca buku, otak bekerja lebih aktif untuk mempertahankan fokus, memahami isi bacaan, dan memproses informasi secara mendalam.
"Kalau membaca buku, otak dilatih untuk fokus lebih lama. Ini berbeda dengan media sosial yang menyajikan informasi singkat dan cepat berganti," jelasnya.
Olahraga juga menjadi salah satu terapi alami yang bermanfaat untuk membantu memulihkan fungsi otak. Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke otak sekaligus membantu menjaga keseimbangan zat kimia yang berperan dalam suasana hati dan fungsi kognitif.
| Baca juga: Cara Terbaik Menyelesaikan Masalah |
Selain itu, dr. Lilir menyarankan masyarakat membiasakan melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu atau single tasking. Menurutnya, kebiasaan makan sambil bermain ponsel atau bekerja sambil terus membuka media sosial membuat otak semakin sulit berkonsentrasi.
"Biasakan menyelesaikan satu aktivitas terlebih dahulu sebelum beralih ke aktivitas lainnya. Cara sederhana ini dapat membantu melatih kembali fokus otak," ujarnya.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah mencukupi waktu tidur setiap malam. Tidur memberikan kesempatan bagi otak untuk melakukan proses pemulihan setelah seharian menerima berbagai rangsangan.
Dr. Lilir menegaskan bahwa menjaga kesehatan otak tidak cukup hanya dengan mengurangi penggunaan media sosial, tetapi juga harus diimbangi dengan gaya hidup sehat secara menyeluruh.
"Mulailah dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Kurangi scrolling, lebih banyak bergerak, membaca, tidur yang cukup, dan lakukan aktivitas positif. Perlahan fungsi otak akan kembali bekerja lebih optimal," katanya.
Ia berharap masyarakat semakin bijak memanfaatkan teknologi sehingga media sosial tetap menjadi sarana yang bermanfaat tanpa mengorbankan kesehatan otak dan kualitas hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....