Kesemutan Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Saraf Terjepit

  • 10 Jul 2026 15:52 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Kesemutan sering dianggap sebagai keluhan ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, apabila terjadi berulang, berlangsung lama, atau disertai nyeri dan kebas, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem saraf, termasuk saraf terjepit.

Dokter Spesialis Saraf, dr. Lilir Amalini, Sp.N, CFIDN, AIFO-K, mengatakan tidak semua kesemutan merupakan kondisi yang berbahaya. Ada kesemutan yang terjadi karena aliran darah atau saraf tertekan sementara, misalnya akibat duduk bersila terlalu lama atau posisi kaki yang tertekuk.

"Kalau setelah mengubah posisi tubuh kesemutannya langsung hilang, biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi kalau kesemutan muncul terus-menerus, sering berulang, atau tidak kunjung hilang, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter saraf," ujarnya.

Menurut dr. Lilir, salah satu penyebab kesemutan yang sering ditemukan adalah saraf terjepit. Kondisi ini terjadi ketika saraf mendapat tekanan dari jaringan di sekitarnya sehingga fungsi penghantaran sinyal saraf terganggu.

Ia menjelaskan bahwa gejala saraf terjepit bergantung pada lokasi saraf yang mengalami tekanan.

"Kalau saraf terjepit terjadi di leher, keluhannya bisa menjalar dari leher ke bahu hingga lengan disertai rasa pegal, nyeri, atau kesemutan. Sedangkan jika terjadi di pinggang, nyeri bisa menjalar ke bokong, paha, betis, sampai ke jari-jari kaki," jelasnya.

Selain di leher dan pinggang, saraf terjepit juga dapat terjadi di pergelangan tangan. Menurut dr. Lilir, kondisi tersebut cukup sering dialami oleh pekerja kantoran maupun mereka yang banyak melakukan aktivitas berulang menggunakan tangan.

"Banyak pasien mengeluhkan tangan sering kesemutan saat mengendarai motor atau ketika bangun tidur. Itu bisa menjadi tanda Carpal Tunnel Syndrome atau CTS, yaitu saraf yang tertekan di pergelangan tangan," katanya.

Ia menambahkan, penyebab saraf terjepit juga beragam. Pada tulang belakang, kondisi ini dapat disebabkan oleh bantalan tulang belakang yang menonjol atau bergeser sehingga menekan saraf. Faktor usia, cedera, kebiasaan mengangkat beban dengan posisi yang salah, hingga postur tubuh yang kurang baik saat bekerja juga dapat meningkatkan risikonya.

Dr. Lilir mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kesemutan yang berlangsung lama atau disertai kelemahan anggota gerak. Menurutnya, pemeriksaan sejak dini penting dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sebelum menimbulkan gangguan yang lebih berat.

"Jangan menunggu sampai nyeri semakin hebat atau tangan dan kaki sulit digerakkan. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan saraf yang lebih lanjut," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan sistem saraf dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta memperhatikan posisi tubuh saat bekerja maupun mengangkat beban. Dengan mengenali gejala sejak dini, gangguan saraf seperti saraf terjepit dapat ditangani lebih cepat sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....