Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Otak dan Saraf
- 08 Jul 2026 19:50 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Menjaga kesehatan otak dan sistem saraf tidak hanya dilakukan dengan rutin berolahraga dan tidur yang cukup. Pola makan sehari-hari juga memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otak tetap optimal serta mengurangi risiko berbagai penyakit saraf, termasuk stroke.
Dokter Spesialis Saraf, dr. Lilir Amalini, Sp.N, CFIDN, AIFO-K, mengatakan kebutuhan nutrisi yang tepat dapat membantu menjaga kerja sel-sel saraf sekaligus memperlambat proses degenerasi yang secara alami terjadi seiring bertambahnya usia.
"Mulai usia 40 tahun seluruh sistem tubuh, termasuk saraf, akan mengalami penurunan fungsi secara perlahan. Namun proses tersebut bisa diperlambat dengan menerapkan gaya hidup sehat, salah satunya melalui pola makan yang baik," ujarnya, Rabu 8 Juli 2026.
| Baca juga: Cara Mengatasi Kecemasan Berlebihan |
Menurut dr. Lilir, beberapa jenis nutrisi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otak. Salah satunya adalah vitamin B, terutama vitamin B1, B6, dan B12 yang berfungsi membantu menjaga kerja sistem saraf.
"Vitamin B banyak terdapat pada ikan, telur, dan kacang-kacangan. Nutrisi ini penting untuk membantu menjaga fungsi saraf agar tetap bekerja dengan baik," jelasnya.
Selain vitamin B, asupan asam lemak omega-3 juga menjadi salah satu nutrisi yang dianjurkan. Selama ini banyak masyarakat mengenal ikan salmon sebagai sumber omega-3. Namun menurut dr. Lilir, terdapat pilihan lain yang lebih mudah ditemukan dan tidak kalah baik.
"Selama ini orang mengenal salmon sebagai sumber omega-3, padahal ikan kembung juga memiliki kandungan omega-3 yang sangat baik. Bahkan kandungannya bisa lebih tinggi sehingga dapat menjadi pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat," katanya.
Ia juga menyarankan masyarakat menerapkan pola makan seimbang seperti pola makan Mediterania atau DASH Diet (Dietary Approaches to Stop Hypertension), yang lebih banyak mengonsumsi ikan, sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian serta membatasi makanan tinggi lemak jenuh.
Sebaliknya, dr. Lilir mengingatkan agar masyarakat mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, lemak jenuh, serta makanan olahan yang mengandung banyak bahan tambahan.
"Gorengan, makanan tinggi lemak, gula berlebih, dan makanan yang terlalu banyak penyedap sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah yang akhirnya berdampak pada kesehatan otak dan saraf," ujarnya.
Menurutnya, pola makan sehat perlu diimbangi dengan kebiasaan hidup sehat lainnya seperti menjaga tekanan darah tetap normal, mengontrol kadar gula darah dan kolesterol, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, serta mencukupi waktu istirahat.
"Menjaga kesehatan saraf tidak bisa hanya mengandalkan satu hal. Makanan bergizi memang penting, tetapi harus didukung dengan gaya hidup sehat secara menyeluruh agar fungsi otak tetap optimal hingga usia lanjut," kata dr. Lilir.
Ia berharap masyarakat semakin menyadari bahwa kesehatan otak dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Dengan memilih makanan bergizi seimbang sejak dini, risiko berbagai penyakit saraf dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....