Sinergi Lintas Sektor Tekan Angka Stunting di Bengkalis

  • 09 Jun 2026 20:34 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Penanganan stunting di Kabupaten Bengkalis terus dilakukan melalui sinergi berbagai instansi terkait. Upaya menurunkan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan perangkat daerah lainnya agar penanganan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kelompok masyarakat yang rentan.

Salah satu instansi yang turut berperan dalam upaya pencegahan stunting adalah Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis. Melalui berbagai program bantuan sosial, pemerintah berupaya membantu keluarga kurang mampu agar kebutuhan gizi ibu hamil dan anak dapat terpenuhi dengan baik.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, Eji Marlina, mengatakan salah satu program yang mendukung pencegahan stunting adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga miskin, termasuk keluarga yang memiliki ibu hamil, sehingga dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi selama masa kehamilan.

"Program yang berkaitan dengan pencegahan stunting di antaranya adalah bantuan PKH yang diberikan kepada keluarga miskin, terutama yang memiliki ibu hamil, sehingga dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi," ujarnya, saat menjadi narasumber program dialoh NJM di RRI Bengkalis, Selasa 9 Juni 2026.

Camat Rupat Utara Rizki Subagia saat mengisi program NJM RRI Bengkalis bersama Host Rini Fakhriyani (foto.rri/m.fiza)

Sementara itu, berdasarkan data Puskesmas yang disampaikan dalam Lokakarya Mini Triwulan I, Kecamatan Rupat Utara menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus stunting yang cukup tinggi jika di banding kecamatan lainnya di Kabupaten Bengkalis. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penanganan di tingkat kecamatan maupun desa.

Camat Rupat Utara, Rizki Subagia, mengatakan Desa Titi Akar menjadi salah satu wilayah yang rentan terhadap kasus stunting. Hal itu dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya sebagian masyarakat suku Akit yang masih hidup berpindah-pindah, sehingga pemantauan kesehatan ibu hamil dan balita menjadi tantangan tersendiri.

"Di Desa Titi Akar terdapat masyarakat suku Akit yang hidup secara berpindah-pindah. Kondisi ini membuat ibu hamil dan balita lebih rentan, sehingga kami melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya melalui layanan becak antar jemput balita untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak," katanya.

Melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, puskesmas, dan berbagai pihak terkait lainnya, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap angka stunting dapat terus ditekan. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mewujudkan Bengkalis yang sehat, berkualitas, dan memiliki generasi yang tumbuh optimal di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....