Kasus DBD Tembus 349, Dinkes Minta Warga Waspada
- 08 Jun 2026 16:21 WIB
- Bengkalis
RRI CO.ID, Bengkalis - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir. Pergantian cuaca antara hujan dan panas terik dinilai berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto, SKM, MKM melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, SKM, MPH mengatakan perubahan cuaca yang terjadi saat ini dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat karena berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh.
“Perubahan cuaca yang cepat membuat daya tahan tubuh menjadi lebih rentan. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Irawadi, Senin, 8 Juni 2026.
Menurutnya, kondisi cuaca yang berubah-ubah dapat memicu munculnya berbagai penyakit, mulai dari influenza, demam, batuk pilek, diare, hingga penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti DBD.
Karena itu, Dinkes Bengkalis mengajak masyarakat untuk menjaga pola makan dengan gizi seimbang, memperbanyak konsumsi air putih, berolahraga secara teratur, serta memastikan waktu istirahat yang cukup agar sistem imun tetap terjaga.
“Kami juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius,” katanya.
Selain menjaga kesehatan pribadi, Dinkes juga menekankan pentingnya upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan, terutama dalam mengantisipasi meningkatnya kasus DBD di tengah musim hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Irawadi menjelaskan bahwa masyarakat perlu secara rutin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan PSN secara rutin, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan,” jelasnya.
Dinkes Bengkalis juga memastikan seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkalis tetap siaga memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus terus mengintensifkan edukasi kesehatan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak perubahan cuaca.
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Bengkalis, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 349 kasus. Kecamatan Bengkalis menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni sebanyak 110 kasus, disusul Kecamatan Mandau 67 kasus, Kecamatan Bantan 43 kasus, Kecamatan Bathin Solapan 39 kasus, Kecamatan Rupat 29 kasus, Kecamatan Siak Kecil 21 kasus, serta Kecamatan Bukit Batu 18 kasus.
Dengan tingginya angka kasus tersebut, masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi dan bersama-sama meningkatkan kewaspadaan guna mencegah penyebaran penyakit di lingkungan masing-masing.
“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, maka risiko penyakit akibat perubahan cuaca maupun DBD dapat ditekan,” tutup Irawadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....