Anoreksia Nervosa: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Secara Tepat

  • 05 Mei 2026 19:24 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang ditandai dengan ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan. Penderitanya cenderung melakukan berbagai cara untuk menurunkan berat badan, bahkan hingga membahayakan kesehatan. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu masalah serius akibat kekurangan nutrisi ekstrem.

Gangguan ini termasuk dalam kategori gangguan mental. Penderita memiliki persepsi yang keliru terhadap bentuk tubuhnya. Meski sudah sangat kurus, mereka tetap merasa gemuk dan terus berupaya menurunkan berat badan.

Upaya penurunan berat badan yang dilakukan sering kali bersifat ekstrem. Akibatnya, anoreksia tidak hanya merusak fungsi organ tubuh, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan mental yang lebih berat.

Dikutip dari alodokter, Anoreksia nervosa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik biologis, psikologis, maupun lingkungan. Kondisi ini dapat terjadi akibat satu atau kombinasi dari beberapa hal berikut:

  • Riwayat gangguan makan dalam keluarga
  • Perubahan hormon yang memengaruhi nafsu makan dan suasana hati
  • Pengalaman buruk terkait makanan
  • Trauma akibat kekerasan fisik atau seksual
  • Kepribadian perfeksionis atau rendah diri terhadap bentuk tubuh
  • Lingkungan yang menganggap tubuh kurus sebagai standar ideal

Anoreksia nervosa dapat menimbulkan gejala fisik dan perilaku, antara lain:

  • Penurunan berat badan drastis dalam waktu singkat
  • Mudah lelah
  • Sering pusing hingga pingsan
  • Sembelit
  • Perubahan suasana hati (mood swing)
  • Ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan
  • Tidak tahan terhadap suhu dingin
  • Gangguan tidur

Obsesi untuk memiliki tubuh kurus mendorong penderita melakukan berbagai cara, seperti:

  • Membatasi asupan makan dan minum secara ekstrem, bahkan tidak makan sama sekali
  • Berolahraga secara berlebihan
  • Memuntahkan makanan secara paksa atau menggunakan obat pencahar

Penderita anoreksia umumnya tidak menyadari bahwa perilakunya tidak sehat. Jika Anda melihat tanda-tanda tersebut pada orang terdekat, ajaklah berbicara secara baik dan berikan dukungan.

Dorong mereka untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Untuk mendiagnosis anoreksia, dokter akan melakukan wawancara terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Pemeriksaan fisik (tinggi dan berat badan, tekanan darah, suhu tubuh, serta detak jantung)
  • Tes darah untuk mengevaluasi kadar elektrolit, fungsi organ, dan hormon
  • Pemeriksaan penunjang, seperti rontgen, untuk menilai kondisi tulang dan organ tubuh

Penanganan anoreksia nervosa umumnya dilakukan melalui psikoterapi, antara lain:

  • Terapi perilaku kognitif untuk membentuk pola makan sehat dan mengubah pola pikir negatif
  • Terapi berbasis keluarga, terutama pada anak dan remaja
  • Terapi kelompok untuk mendapatkan dukungan emosional

Pada kondisi yang parah, pasien mungkin perlu menjalani perawatan di rumah sakit. Tindakan medis dapat berupa pemberian nutrisi melalui infus, pemantauan kondisi vital, serta pemberian obat, seperti antidepresan jika disertai gangguan kecemasan.

Tanpa penanganan yang tepat, anoreksia dapat menimbulkan berbagai komplikasi, di antaranya:

  • Anemia
  • Dehidrasi berat dan gangguan elektrolit
  • Gangguan pada sistem pencernaan, ginjal, dan saraf
  • Osteoporosis
  • Gangguan menstruasi
  • Kerusakan otak
  • Gagal jantung
  • Perilaku menyakiti diri sendiri

Pencegahan anoreksia dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang sehat dan tidak menekankan standar tubuh ideal secara berlebihan.

Orang tua dan pendidik berperan penting dalam:

  • Membiasakan pola makan sehat sejak dini
  • Memberikan pemahaman tentang berat badan yang normal sesuai usia
  • Mengajarkan anak untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain, termasuk dari media sosial

Dengan pemahaman yang tepat, risiko terjadinya anoreksia nervosa dapat diminimalkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....