Bahasa Cinta Menurut STIFIn, Cara Berbeda Menunjukkan Kasih Sayang
- 30 Sep 2026 20:25 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis: Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menerima dan menunjukkan kasih sayang. Ada yang merasa dicintai ketika mendapatkan perhatian melalui tindakan nyata, ada yang membutuhkan kata-kata, sementara sebagian lainnya lebih menghargai waktu bersama atau pemberian yang bersifat konkret.
Dalam perspektif konsep STIFIn, perbedaan tersebut dapat dilihat melalui lima Mesin Kecerdasan, yakni Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting. Konsep STIFIn menggunakan istilah Mesin Kecerdasan untuk menggambarkan fungsi otak dominan yang menjadi sistem operasi seseorang.
Promotor STIFIn Bengkalis, Nabila Fitri, mengatakan memahami perbedaan tersebut dapat membantu seseorang membangun komunikasi dan hubungan yang lebih baik.
"Kadang kita merasa sudah memberikan kasih sayang kepada pasangan, tetapi pasangan merasa belum mendapatkannya. Bisa jadi bukan karena kurang sayang, tetapi cara memberikan dan menerima kasih sayangnya berbeda," ujar Nabila, Rabu 30 September 2026.
Dalam perspektif STIFIn, tipe Sensing cenderung menyukai sesuatu yang konkret dan dapat dirasakan secara langsung. Karena itu, bentuk perhatian berupa pemberian yang nyata atau sesuatu yang memiliki nilai manfaat dapat menjadi salah satu cara menunjukkan kasih sayang kepada tipe ini.
Misalnya memberikan barang yang memang dibutuhkan, membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari atau memberikan sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas yang disukainya.
Namun, Nabila mengingatkan, bukan berarti semua orang Sensing hanya membutuhkan materi.
"Intinya adalah memahami apa yang dianggap nyata dan bernilai oleh orang tersebut. Jangan kemudian STIFIn dijadikan alasan bahwa Sensing harus selalu diberi barang atau uang," jelasnya.
Tipe Thinking dalam konsep STIFIn lebih menekankan logika dan analisis. Dalam perspektif bahasa kasih STIFIn, bentuk perhatian yang dapat diterima dengan baik adalah pelayanan yang tulus.
Contohnya membantu menyelesaikan pekerjaan, memberikan solusi ketika menghadapi masalah, atau mengambil bagian dalam tugas yang dapat meringankan beban orang yang disayangi.
Menurut Nabila, tindakan tersebut dapat menjadi bentuk kasih sayang yang lebih mudah dipahami dibandingkan sekadar ungkapan emosional.
"Kalau kita tahu pasangan kita lebih nyaman dengan tindakan nyata dan solusi, jangan hanya mengatakan sayang berkali-kali. Tunjukkan juga dalam bentuk bantuan yang memang dia butuhkan," katanya.
Berbeda dengan Sensing dan Thinking, tipe Intuiting dalam konsep STIFIn dikenal memiliki kecenderungan kreatif dan konseptual. Dalam perspektif bahasa kasih STIFIn, kata-kata yang bermakna dapat menjadi bentuk perhatian yang berkesan.
Ucapan apresiasi, pesan yang memberikan inspirasi, membagikan ide atau memberikan ruang untuk berdiskusi mengenai gagasan dapat menjadi bentuk perhatian.
Karena itu, komunikasi dengan tipe Intuiting dapat lebih menarik ketika tidak hanya berisi informasi sederhana, tetapi juga gagasan, makna dan kemungkinan baru.
Tipe Feeling sangat berkaitan dengan perasaan dan hubungan antarmanusia. Dalam perspektif STIFIn, kasih sayang untuk tipe ini lebih dekat dengan sentuhan emosi positif, kepedulian dan hubungan yang penuh kehangatan.
Perhatian sederhana seperti menanyakan kabar, mendengarkan cerita, memberikan apresiasi atau menunjukkan empati dapat memiliki arti besar.
Nabila mengatakan tipe Feeling biasanya sangat memperhatikan bagaimana sebuah pesan disampaikan, bukan hanya isi pesannya.
"Kadang kalimatnya sama, tetapi cara menyampaikannya berbeda. Bagi orang yang sangat peka terhadap hubungan emosional, nada bicara dan sikap bisa sangat berarti," ujarnya.
Sementara itu, tipe Insting dalam konsep STIFIn berkaitan dengan naluri, spontanitas dan kemampuan beradaptasi.
Dalam perspektif bahasa kasih STIFIn, tipe ini cenderung menghargai waktu berkualitas, terutama ketika dapat melakukan sesuatu bersama, berkontribusi atau berkarya.
Tidak selalu harus melakukan aktivitas yang mewah. Duduk bersama, mengobrol, membantu pekerjaan atau melakukan kegiatan sederhana yang memberikan rasa nyaman juga dapat menjadi bentuk perhatian.
Nabila Fitri menegaskan, memahami tipe Mesin Kecerdasan seharusnya digunakan untuk saling memahami, bukan memberikan label atau membenarkan kekurangan dalam hubungan.
"Jangan mengatakan, 'Saya Sensing, jadi saya memang tidak bisa romantis' atau 'Saya Feeling, jadi pasangan harus mengerti saya'. Bukan begitu. STIFIn justru membantu kita mengetahui cara yang lebih tepat untuk memahami orang lain," katanya.
Menurutnya, setiap hubungan tetap membutuhkan komunikasi dua arah. Mengenali kecenderungan seseorang dapat menjadi salah satu cara untuk memahami pasangan, keluarga, maupun rekan kerja, tetapi bukan berarti seluruh perilaku seseorang hanya ditentukan oleh satu tipe.
Konsep STIFIn sendiri menyebut lima Mesin Kecerdasan sebagai Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting. Tes STIFIn digunakan untuk memetakan Mesin Kecerdasan tersebut melalui pemindaian sidik jari.
Pada akhirnya, bahasa cinta bukan sekadar tentang bagaimana seseorang ingin dicintai, tetapi juga bagaimana seseorang belajar memberikan kasih sayang dengan cara yang dapat dipahami oleh orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....