Polbeng Torehkan Prestasi Nasional pada Olimpiade Vokasi Indonesia XI

  • 05 Agt 2026 18:49 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Tim mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Harapan II pada Cabang Lomba Engineering & Built Environment, Tangkai Lomba Vissim Capacity Solution, dalam ajang Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI 2026 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya pada 2–4 Agustus 2026.

Tim yang beranggotakan tiga mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Program Studi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan (TPJJ) ini terdiri dari Akmal Mahmudi, M. Ghaza Al Ghazali, dan M. Riski Prayoga yang dibimbing oleh Muhammad Idham.

Akmal Mahmudi, Rabu 5 Abustus 2026, mewakili tim menceritakan proses panjang yang mereka lalui sebelum akhirnya melangkah ke babak final. Vissim Capacity Solution sendiri merupakan salah satu tangkai lomba yang menantang peserta untuk melakukan rekayasa lalu lintas berbasis simulasi mikroskopik menggunakan perangkat lunak PTV Vissim, dengan tema besar "Optimizing Intersection Capacity for Urban Mobility" atau pengoptimalan kapasitas persimpangan untuk mobilitas perkotaan.

“Melalui tema ini, peserta diuji kemampuan teknis, analitis, dan strategisnya dalam memecahkan masalah kemacetan sekaligus meningkatkan kinerja lalu lintas di persimpangan jalan perkotaan yang komplek,” jelasnya Akmal.

Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI 2026 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya pada 2–4 Agustus 2026 (Foto: Polbeng)

Menurutnya, persiapan utama tim difokuskan pada penyusunan simulasi menggunakan perangkat lunak Vissim berdasarkan studi kasus permasalahan lalu lintas yang diberikan oleh panitia, sekaligus menyiapkan proposal sebagai syarat untuk lolos ke tahap final.

"Menyiapkan simulasi dari software Vissim dari studi kasus permasalahan lalu lintas yang diberikan oleh panitia, penyiapan proposal untuk lolos tahap finalis," ujar Akmal.

Ia menjelaskan, mekanisme perlombaan terdiri atas dua tahap utama. Pada tahap awal, peserta diharuskan mengirimkan proposal beserta hasil simulasi rekayasa lalu lintas untuk dapat lolos ke babak final. Peserta yang berhasil melaju ke final kemudian diwajibkan mempresentasikan hasil kerja mereka di hadapan dewan juri. Tim Polbeng berhasil melangkah hingga babak final beriringan dengan sejumlah perguruan tinggi terbaik lainnya, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Negeri Surabaya selaku tuan rumah.

Meski berhasil membawa pulang prestasi, tim tidak lepas dari tantangan selama proses kompetisi berlangsung. Akmal mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi tim adalah keterbatasan informasi yang tersedia pada studi kasus, sehingga tim harus bekerja ekstra dalam menganalisis dan melengkapi data pendukung untuk simulasi yang mereka susun.

“Atas pencapaian ini, kami berharap prestasi yang diraih timnya dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa Polbeng lainnya untuk turut berpartisipasi dalam kompetisi serupa. Semoga bisa memotivasi rekan-rekan mahasiswa lain untuk mengikuti lomba serupa," katanya.

Ke depan, Akmal bersama timnya menaruh harapan agar dukungan kampus terhadap partisipasi mahasiswa di ajang-ajang kompetisi vokasi dapat semakin ditingkatkan. Ia menyampaikan keinginannya agar pada penyelenggaraan Olimpiade Vokasi Indonesia XII yang akan digelar di Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun depan, Polbeng dapat mengirimkan kontingen dalam jumlah yang lebih banyak.

Prestasi ini menjadi salah satu bukti nyata kualitas mahasiswa Polbeng dalam bidang rekayasa lalu lintas, sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak mahasiswa untuk turut mengharumkan nama kampus di ajang kompetisi vokasi tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....