OMI 2026 Kepulauan Meranti Resmi Dibuka, 370 Peserta Ikuti Kompetisi Madrasah

  • 05 Sep 2026 12:43 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Meranti - Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kepulauan Meranti, Jumat 4 September 2026. Ajang yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 September2026, tersebut diikuti sebanyak 370 peserta dari berbagai madrasah di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kegiatan ini menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan talenta di bidang akademik maupun nonakademik. OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta, Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”

Tema tersebut menjadi pijakan dalam mendorong peserta didik agar tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Meranti Asmar memberikan apresiasi atas pelaksanaan OMI sebagai wadah pengembangan potensi peserta didik madrasah.

Menurutnya, kegiatan kompetisi dapat menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan generasi muda.

“OMI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi wadah bagi anak-anak kita untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, dan belajar berkompetisi secara sehat. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memberikan dukungan terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Pengembangan sumber daya manusia, kata dia, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat" jelas Asmar.

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Misyamto, menyebut OMI sebagai momentum penting bagi madrasah untuk menemukan dan mengembangkan talenta peserta didik. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang berbeda sehingga membutuhkan ruang dan kesempatan untuk tumbuh. OMI diharapkan menjadi salah satu wadah yang mampu memberikan pengalaman sekaligus motivasi kepada peserta didik untuk terus mengembangkan kemampuan.

“Melalui OMI, kita ingin memberikan ruang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang proses belajar, keberanian mencoba, kerja keras, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi,” ungkap Misyamto.

Ia menambahkan, tema Islam, sains, dan ekoteologi memiliki relevansi dengan tantangan pendidikan saat ini. Madrasah diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter keislaman, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Ketua Panitia OMI 2026 tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti, Raji Ridhowi, menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan 370 peserta dari berbagai madrasah. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kompetisi yang telah dipersiapkan panitia sesuai dengan ketentuan pelaksanaan OMI.

“Alhamdulillah, OMI 2026 tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terlaksana dengan jumlah peserta sebanyak 370 orang. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan talenta, menambah pengalaman, dan memberikan motivasi untuk terus berprestasi,” kata Raji.

Menurutnya, pelaksanaan OMI juga menjadi kesempatan bagi madrasah untuk saling bertukar pengalaman dan membangun atmosfer kompetisi yang positif. Dukungan guru dan pendamping turut menjadi bagian penting dalam memastikan peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.

Dipusatkan di MTsN 1 Kepulauan Meranti, pelaksanaan OMI 2026 diharapkan dapat memperkuat ekosistem prestasi di lingkungan madrasah. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari upaya memetakan potensi peserta didik agar dapat dikembangkan dan dibina secara berkelanjutan.

Lebih dari sekadar kompetisi, OMI 2026 menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik untuk membangun kepercayaan diri, menghargai proses, menjunjung sportivitas, serta berani menuangkan gagasan dan inovasi. Melalui semangat “Islam, Sains, dan Ekoteologi”, OMI 2026 tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta madrasah yang unggul, berkarakter, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Kehadiran talenta-talenta tersebut diharapkan menjadi bagian dari kontribusi madrasah dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus turut mewujudkan cita-cita Indonesia maju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....