Mahasiswa KKN IAIN Bengkalis Edukasi Warga Kedabu Rapat Olah Pupuk Organik dan NPK
- 08 Agt 2026 00:50 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis menggelar kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pupuk NPK cair bersama masyarakat Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat 7 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula MDA Parit Jang tersebut diikuti masyarakat, perangkat desa, kelompok tani, serta tokoh masyarakat. Sosialisasi ini menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal sebagai bahan pendukung pertanian yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai manfaat pupuk organik cair, teknik pembuatan, serta penggunaan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk agar dapat diterapkan secara mandiri di rumah maupun lahan pertanian masing-masing.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada alternatif pengelolaan pertanian yang dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus menjaga kualitas tanah dalam jangka panjang.
Koordinator Desa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Hari Rahmat Zuhairi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan kepada masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan pupuk secara mandiri. Dengan demikian, masyarakat dapat mengurangi biaya produksi pertanian, meningkatkan hasil panen, serta mewujudkan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Hari Rahmat Zuhairi.
Ia menjelaskan, pemanfaatan bahan lokal untuk pembuatan pupuk organik menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan biaya kebutuhan pertanian.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan sosialisasi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengembangkan dan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh.
Sementara itu, Pemerintah Desa Kedabu Rapat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN tersebut. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dinilai dapat membuka peluang lahirnya berbagai inovasi yang mendukung pengembangan sektor pertanian desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis berharap pengetahuan yang diberikan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Dengan pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal, Desa Kedabu Rapat diharapkan mampu membangun praktik pertanian yang lebih produktif, hemat biaya, serta berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....