Hubungan Bengkalis dan Melaka Diibaratkan Adik Beradik Serumpun
- 31 Jul 2026 20:46 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Hubungan antara Bengkalis dan Melaka tidak hanya tercatat dalam sejarah politik dan perdagangan, tetapi juga terjalin erat melalui ikatan budaya, adat istiadat, dan hubungan kekeluargaan yang telah berlangsung selama berabad-abad. Kedekatan tersebut bahkan diibaratkan seperti adik beradik serumpun yang dipisahkan oleh batas negara, namun tetap memiliki akar sejarah yang sama.
Hal itu diungkapkan dalam buku Jejak Warisan Rumpun Melayu karya Dr. Mohammad Isa Selamat yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa Melayu Melaka. Dalam buku tersebut dijelaskan meskipun Bengkalis kini menjadi bagian dari Indonesia dan Melaka berada di Malaysia, hubungan sejarah keduanya tetap tidak dapat dipisahkan.
Mohammad Isa Selamat menulis sejak masa Kesultanan Melaka, Bengkalis telah menjadi bagian penting dari perkembangan peradaban Melayu di kawasan Selat Melaka. Kesamaan bahasa, adat istiadat, budaya, hingga sistem sosial menjadi warisan yang masih dapat ditemukan di kedua wilayah hingga saat ini.
Dalam buku tersebut dijelaskan setelah terjadi pemisahan wilayah akibat perkembangan pemerintahan modern, hubungan budaya antara Bengkalis dan Melaka tetap terpelihara. Kerajaan-kerajaan Melayu di Riau dan Sumatera kemudian menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sementara kerajaan-kerajaan di Semenanjung Tanah Melayu berkembang dalam sistem pemerintahan Malaysia yang tetap mempertahankan institusi kesultanan.
Meski demikian, perubahan administrasi pemerintahan tidak menghilangkan hubungan sejarah yang telah terbangun sejak masa lampau. Bengkalis dan Melaka tetap memiliki akar budaya Melayu yang sama, mulai dari bahasa, tradisi, adat istiadat, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
Mohammad Isa Selamat mengibaratkan hubungan Bengkalis dan Melaka seperti adik beradik dalam sebuah keluarga. Ketika masih bersama, keduanya tumbuh, bermain, dan berkembang dalam lingkungan budaya yang sama. Setelah dewasa, masing-masing membangun kehidupan dan pemerintahannya sendiri, namun ikatan persaudaraan tersebut tidak pernah terputus.
Dalam buku Jejak Warisan Rumpun Melayu disebutkan bahwa hubungan Bengkalis dengan Melaka "bagai air yang dicincang tidak akan putus." Ungkapan tersebut menggambarkan kuatnya hubungan sejarah dan kekeluargaan masyarakat Melayu di kedua wilayah yang tetap terjalin meskipun dipisahkan oleh batas negara.
Menurut Mohammad Isa Selamat, kesamaan sejarah tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan, pendidikan, penelitian sejarah, hingga pelestarian warisan Melayu. Hubungan yang telah terbangun selama ratusan tahun diharapkan terus dijaga agar dapat menjadi jembatan persaudaraan bagi generasi mendatang.
Warisan sejarah yang menghubungkan Bengkalis dan Melaka menjadi bukti Selat Melaka bukan sekadar pemisah wilayah, melainkan ruang yang sejak dahulu menyatukan masyarakat Melayu dalam satu rumpun budaya. Nilai-nilai persaudaraan itulah yang hingga kini masih menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Bengkalis dan Melaka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....