Nama Bengkalis Tercatat dalam Peta Dunia sejak Abad ke-16
- 31 Jul 2026 20:31 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Nama Bengkalis telah tercatat dalam berbagai peta dunia sejak abad ke-16. Catatan tersebut menjadi salah satu bukti sejarah yang menunjukkan Bengkalis telah dikenal sebagai kawasan penting di jalur pelayaran dan perdagangan internasional.
Informasi itu tertuang dalam buku Jejak Warisan Rumpun Melayu karya Dr. Mohammad Isa Selamat yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa Melayu Melaka. Dalam buku tersebut dijelaskan, nama Bengkalis telah dikenal oleh para pelaut dan kartografer Eropa sejak ratusan tahun silam.
Salah satu catatan tertua berasal dari peta yang dibuat kartografer Portugis Fernao Vas Dourado pada tahun 1575, yang menuliskan nama Bengkalis sebagai Bamcalis. Catatan ini menjadi salah satu referensi awal yang menunjukkan keberadaan Bengkalis dalam jalur pelayaran internasional.
Selanjutnya, dalam peta Belanda yang disusun Willem Lodewycksz dan diterbitkan pada tahun 1598, nama Bengkalis kembali muncul dengan penulisan Bancalis. Sementara itu, penulis Portugis Emanuel Godinho de Eredia dalam bukunya Declaracam de Malaca e India Meridional com o Cathay juga mencatat wilayah tersebut dengan nama Bencales. Perbedaan penulisan tersebut mencerminkan ejaan yang digunakan masing-masing bangsa Eropa pada masa itu, namun tetap merujuk pada wilayah yang kini dikenal sebagai Bengkalis.
Menurut Mohammad Isa Selamat, keberadaan nama Bengkalis dalam berbagai peta dunia membuktikan wilayah ini telah memiliki posisi penting di kawasan Selat Melaka sejak berabad-abad lalu. Letaknya yang strategis menjadikan Bengkalis dikenal sebagai salah satu kawasan yang ramai dilalui kapal-kapal dagang dari berbagai wilayah.
Catatan kartografi tersebut juga memperkuat berbagai sumber sejarah lainnya yang menyebut Bengkalis berkembang sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan yang memiliki hubungan erat dengan Kesultanan Melaka maupun kerajaan-kerajaan Melayu di kawasan Selat Melaka. Keberadaan Bengkalis dalam dokumen-dokumen sejarah Eropa menunjukkan wilayah ini telah menjadi bagian dari jaringan perdagangan maritim yang menghubungkan Asia dan Eropa.
Selain menjadi bukti sejarah, dokumentasi tersebut dinilai penting sebagai referensi dalam pengembangan kajian sejarah dan kebudayaan Melayu. Berbagai catatan dari para pelaut dan kartografer dunia dapat menjadi bahan pendukung untuk memperkaya pemahaman mengenai perjalanan panjang Bengkalis sebagai salah satu pusat aktivitas maritim di kawasan Selat Melaka.
Melalui bukti-bukti yang dihimpun dalam buku Jejak Warisan Rumpun Melayu, masyarakat diharapkan semakin mengenal sejarah daerahnya. Jejak yang terekam dalam peta dunia tersebut menjadi pengingat bahwa Bengkalis bukan hanya memiliki nilai strategis pada masa kini, tetapi juga telah menjadi bagian dari sejarah peradaban maritim dunia sejak abad ke-16.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....