Kompetisi Jadi Kunci Kemajuan Perguruan Tinggi
- 21 Jul 2026 10:20 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Budaya kompetisi yang sehat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan perguruan tinggi di Indonesia. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, menilai dunia akademik perlu membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi dosen, peneliti, maupun perguruan tinggi untuk bersaing secara sehat melalui kualitas riset dan inovasi.
Dalam podcast Query bersama Tirto.id, Prof. Stella mengatakan kemajuan sains dan teknologi di berbagai negara lahir dari lingkungan akademik yang kompetitif. Melalui kompetisi, setiap individu dan institusi terdorong untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, inovasi, dan kontribusinya bagi masyarakat.
"Kemajuan sains dan teknologi di semua negara terjadi karena kompetisi. Kalau kita ingin menjadi bangsa maju, kita harus berani berkompetisi dan jangan takut bersaing," ujarnya.
Menurut Stella, masih ada anggapan bahwa perguruan tinggi seharusnya berjalan tanpa persaingan karena seluruh institusi memiliki tujuan yang sama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, ia menilai pandangan tersebut perlu diluruskan.
Ia menjelaskan, kompetisi yang dimaksud bukanlah persaingan yang saling menjatuhkan, melainkan perlombaan untuk menghasilkan riset yang lebih baik, inovasi yang lebih bermanfaat, dan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.
"Kompetisi bukan berarti saling mengalahkan, tetapi mendorong setiap perguruan tinggi menghasilkan karya terbaiknya," katanya.
Stella menilai sistem penghargaan berbasis prestasi menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya tersebut. Dosen dan peneliti yang mampu menghasilkan penelitian berkualitas perlu memperoleh apresiasi sehingga semakin termotivasi untuk terus berinovasi.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pendanaan riset yang lebih strategis. Menurutnya, dana penelitian tidak hanya diberikan secara kompetitif, tetapi juga diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan nasional, seperti ketahanan pangan, energi, kesehatan, hingga pengembangan teknologi.
Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha, industri, dan pemerintah.
Prof. Stella menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat lahirnya inovasi. Karena itu, budaya kompetisi harus dibangun bersamaan dengan budaya kolaborasi.
Ia mencontohkan berbagai universitas kelas dunia yang mampu berkembang karena para dosen dan penelitinya aktif berkompetisi memperoleh hibah penelitian, membangun kolaborasi internasional, serta menghasilkan inovasi yang berdampak luas.
Menurutnya, perguruan tinggi Indonesia juga memiliki potensi besar untuk mencapai hal serupa apabila didukung oleh ekosistem yang sehat dan memberikan ruang bagi setiap talenta untuk berkembang berdasarkan kualitas dan prestasi.
"Yang harus kita bangun adalah ekosistem yang menghargai kualitas. Ketika kualitas menjadi ukuran utama, maka inovasi akan tumbuh dan perguruan tinggi akan semakin maju," tuturnya.
Stella berharap perubahan budaya tersebut mampu meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global. Dengan semakin banyak riset yang berkualitas dan inovasi yang dihasilkan, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....