Manfaat Angkak untuk Kesehatan, dari Kolesterol hingga DBD

  • 10 Jun 2026 20:40 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Angkak merupakan beras yang difermentasi menggunakan jamur Monascus purpureus hingga menghasilkan warna merah khas. Bahan alami ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan kini semakin dikenal masyarakat Indonesia, terutama sebagai pendamping terapi pada penderita demam berdarah dengue (DBD).

Selain dimanfaatkan sebagai bahan herbal, angkak juga digunakan sebagai pewarna dan pengawet makanan alami. Aroma dan cita rasanya yang khas membuat angkak kerap ditambahkan ke berbagai masakan tradisional.

Proses fermentasi menghasilkan berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh, salah satunya monacolin K. Angkak juga mengandung protein, asam lemak, flavonoid, isoflavon, fitosterol, serta antioksidan yang berperan dalam menjaga kesehatan.

Dikutip dari Alodokter, berikut sejumlah manfaat angkak yang telah diteliti:

1. Membantu Menurunkan Kolesterol

Monacolin K dalam angkak bekerja mirip dengan lovastatin, yaitu obat golongan statin yang digunakan untuk menurunkan kolesterol. Senyawa ini membantu menghambat produksi kolesterol di hati sehingga kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah dapat berkurang.

Karena itu, angkak sering disebut sebagai salah satu alternatif alami untuk membantu mengendalikan kadar kolesterol.

2. Mendukung Kelancaran Peredaran Darah

Penurunan kadar kolesterol dapat membantu mencegah penumpukan plak pada pembuluh darah. Kondisi ini membuat aliran darah menjadi lebih lancar dan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti aterosklerosis, serangan jantung, dan stroke.

Selain itu, kandungan antioksidan dan antiradang pada angkak turut berperan dalam menjaga elastisitas pembuluh darah.

3. Berpotensi Meningkatkan Jumlah Trombosit

Di Indonesia, angkak cukup populer sebagai bahan herbal yang dipercaya membantu meningkatkan jumlah trombosit pada penderita DBD. Beberapa penelitian menunjukkan angkak berpotensi merangsang produksi trombosit dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Meski demikian, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Angkak tidak dapat menggantikan pengobatan medis. Penderita DBD tetap disarankan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari tenaga kesehatan.

4. Membantu Mengontrol Gula Darah

Angkak mengandung senyawa monascin dan ankaflavin yang diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin serta membantu mengurangi peradangan.

Kandungan tersebut berpotensi membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, baik pada penderita diabetes maupun sebagai upaya pencegahan resistensi insulin.

5. Membantu Menjaga Tekanan Darah

Beberapa penelitian menunjukkan angkak memiliki efek yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Efek ini diduga berasal dari kandungan antioksidan dan senyawa aktif yang mendukung kesehatan pembuluh darah.

Riset juga menemukan bahwa kombinasi ekstrak angkak dan enzim nattokinase berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

6. Memiliki Potensi Antibakteri

Secara tradisional, angkak telah digunakan untuk membantu mengatasi infeksi. Sejumlah penelitian menunjukkan ekstrak angkak memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa jenis bakteri, termasuk Salmonella dan Escherichia coli (E. coli).

Namun, efektivitas dan dosis yang aman sebagai antibiotik alami masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

7. Berpotensi Menurunkan Risiko Kanker

Kandungan antioksidan dalam angkak, seperti monascin dan ankaflavin, berperan melawan radikal bebas dan peradangan yang dapat memicu kerusakan sel.

Beberapa studi awal menunjukkan senyawa aktif dalam angkak berpotensi menghambat pertumbuhan sel abnormal. Meski demikian, manfaat ini masih memerlukan kajian ilmiah yang lebih mendalam sebelum dapat dijadikan terapi kesehatan.

Meski memiliki berbagai manfaat, konsumsi angkak tetap perlu dilakukan secara bijak. Penggunaan berlebihan, terutama dalam bentuk suplemen, dapat menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, nyeri perut, perut kembung, nyeri ulu hati, hingga gangguan fungsi ginjal.

Karena mengandung monacolin K yang bekerja menyerupai obat statin, angkak juga berpotensi menyebabkan gangguan otot, peningkatan enzim hati, serta masalah pada fungsi hati apabila dikonsumsi dalam dosis tinggi atau bersamaan dengan obat penurun kolesterol.

Selain itu, angkak dapat berinteraksi dengan sejumlah obat, seperti obat kolesterol, antibiotik, obat diabetes, dan obat antiretroviral.

Sebelum mengonsumsi angkak secara rutin, terutama dalam bentuk suplemen, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan keamanan dan dosis yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....