Wali Murid Apresiasi Program Hidroponik SLB Negeri Bengkalis

  • 08 Jun 2026 16:36 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Program pertanian hidroponik yang dijalankan SLB Negeri Bengkalis mendapat apresiasi dari para orang tua siswa. Selain memberikan keterampilan bercocok tanam, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian siswa berkebutuhan khusus.

Salah satu wali murid, Josua, mengaku bangga melihat keberhasilan para siswa memanen sayuran pakcoy yang mereka tanam sendiri melalui program vokasional pertanian yang diselenggarakan sekolah.

Menurut Josua, program tersebut membuktikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu menghasilkan karya yang bermanfaat apabila mendapatkan pendampingan dan bimbingan yang tepat dari para guru.

"Pada dasarnya saya sangat mendukung program ini. Walaupun anak-anak memiliki keterbatasan, dengan bimbingan para guru alhamdulillah mereka bisa berbuat dan menghasilkan sesuatu. Ini suatu keberhasilan yang luar biasa," ujarnya.

Josua mengatakan dirinya kerap melihat secara langsung aktivitas para siswa saat berkebun ketika menjemput anaknya di sekolah. Dari pengamatannya, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari perawatan hingga masa panen.

Ia menilai keberhasilan panen pakcoy tersebut merupakan hasil kerja keras para guru yang sabar membimbing siswa sesuai kemampuan masing-masing. Karena itu, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai sarana pembelajaran keterampilan bagi anak berkebutuhan khusus.

Sementara itu, Koordinator Pertanian SLB Negeri Bengkalis, Faisal, menjelaskan program hidroponik saat ini diikuti oleh 10 siswa yang terdiri dari lima siswa dengan down syndrome, tiga siswa autisme, dan dua siswa tunagrahita ringan.

Menurut Faisal, keberhasilan program tidak terlepas dari metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan siswa. Para guru membagi setiap pekerjaan menjadi tahapan-tahapan kecil yang mudah dipahami sehingga siswa dapat mengikuti proses budidaya tanaman dengan baik.

Selain itu, siswa juga diberikan tugas sesuai kemampuan motorik masing-masing. Mereka yang memiliki kemampuan motorik halus bertugas menyemai benih, sedangkan siswa dengan kemampuan motorik kasar membantu proses perawatan tanaman.

Dalam satu siklus budidaya, siswa menjalani proses pembelajaran selama 30 hari, terdiri dari 10 hari masa persemaian dan 20 hari masa pertumbuhan hingga panen. Hasil panen kemudian dibawa pulang oleh siswa dan sebagian dijual sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.

Program pertanian hidroponik ini menjadi salah satu pembelajaran vokasional unggulan di SLB Negeri Bengkalis. Selain melatih keterampilan bercocok tanam, kegiatan tersebut juga membantu membangun rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kemandirian siswa sebagai bekal untuk kehidupan mereka di masa depan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....