Dikelilingi Orang Toxic, Simak Pesan Ustaz Hanan Attaki

  • 02 Jun 2026 22:12 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Lingkungan yang negatif atau toxic sering kali menjadi tantangan bagi banyak orang. Ketika seseorang berusaha berpikir positif, berkembang, dan memperbaiki diri, tidak jarang justru mendapat komentar pesimis, kritik yang menjatuhkan, hingga kurangnya dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Dalam sebuah sesi kajian dan tanya jawab, pendakwah muda Hanan Attaki menjelaskan menghadapi lingkungan yang tidak mendukung membutuhkan kekuatan keyakinan atau belief yang kokoh kepada Allah.

Menurutnya, kondisi seperti ini pernah dialami para nabi. Salah satunya adalah Nabi Musa AS ketika mengajak Bani Israil keluar dari Mesir untuk terbebas dari perbudakan Firaun. Saat berada dalam situasi terjepit, di depan laut dan di belakang dikejar pasukan Firaun, sebagian besar pengikutnya justru mengeluh dan pesimis.

"Mereka mengatakan bahwa mereka pasti akan tertangkap dan binasa. Namun Nabi Musa menjawab dengan keyakinan yang luar biasa, 'Sesungguhnya bersamaku ada Tuhanku yang akan memberi petunjuk'," ujar Ustaz Hanan.

Ia menjelaskan Nabi Musa tetap teguh meskipun tidak mendapatkan dukungan penuh dari kaumnya. Baginya, keberadaan Allah sudah lebih dari cukup untuk menghadapi segala kesulitan.

Ustaz Hanan mengatakan, prinsip inilah yang seharusnya menjadi afirmasi positif bagi seorang Muslim ketika menghadapi komentar negatif atau lingkungan yang tidak mendukung.

"Kalimat seperti Hasbiyallah (cukuplah Allah bagiku), La haula wa la quwwata illa billah (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah), harus menjadi keyakinan yang hidup dalam diri kita," katanya.

Lebih lanjut, ia mengenalkan konsep personal boundaries atau batas diri dalam perspektif Islam. Jika dalam teori kesehatan mental modern batas diri umumnya berkaitan dengan waktu, emosi, dan ruang pribadi, maka dalam Islam terdapat dimensi yang lebih mendalam, yaitu keyakinan atau belief.

Menurutnya, keyakinan kepada Allah dapat menjadi benteng yang menjaga seseorang dari pengaruh negatif lingkungan sekitar. Ketika seseorang memiliki prinsip yang kuat, komentar pesimis dan cibiran orang lain tidak akan mudah mengguncang kondisi psikologisnya.

"Kalau kita punya keyakinan bahwa Allah bersama kita, maka komentar negatif itu tidak akan mudah masuk ke ruang pribadi kita. Mungkin tetap terasa, tetapi tidak sampai menghancurkan semangat dan harapan," ujarnya.

Ia juga mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS yang tetap tenang saat dilempar ke dalam api, serta Nabi Ayyub AS yang tetap berprasangka baik kepada Allah meskipun mengalami sakit bertahun-tahun dan ditinggalkan banyak orang.

Dari berbagai kisah tersebut, Ustaz Hanan mengajak umat Islam untuk tidak menggantungkan kekuatan mental semata-mata pada dukungan manusia. Sebaliknya, membangun hubungan yang kuat dengan Allah menjadi fondasi utama untuk menghadapi masa-masa sulit.

"Ketika orang lain tidak mendukung, jangan merasa sendirian. Selama masih ada Allah, selalu ada harapan, petunjuk, dan pertolongan yang bisa menguatkan langkah kita," tuturnya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa menghadapi lingkungan toxic bukan hanya soal menjauh dari pengaruh negatif, tetapi juga memperkuat keyakinan dan menjaga hati agar tetap optimistis dalam menjalani kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....