Menjaga Kesehatan Mental dengan Ibadah dan Pikiran Positif

  • 06 Jun 2026 21:39 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang semakin banyak diperbincangkan di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini. Namun, selain penanganan medis bagi mereka yang mengalami gangguan mental, upaya menjaga kesehatan mental agar tetap stabil juga menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Praktisi neuropsikologi dan pengembangan diri, Aisah Dahlan, menjelaskan kesehatan mental berkaitan erat dengan kondisi jiwa, cara berpikir, dan cara seseorang merasakan berbagai peristiwa dalam hidupnya. Menurutnya, pikiran dan perasaan yang sehat dapat membantu seseorang menghadapi tekanan hidup dengan lebih baik.

Dalam kajian yang disampaikannya, Aisah menjelaskan bahwa otak manusia menyimpan berbagai memori dan pengalaman hidup. Setiap hal yang dilihat, didengar, dirasakan, maupun diucapkan akan membentuk sambungan pada sel-sel saraf otak yang kemudian menjadi memori.

Karena itu, ia menekankan pentingnya mengisi pikiran dengan hal-hal positif, termasuk memperbanyak membaca Al-Qur'an, mengikuti kajian, dan mempelajari ilmu agama.

"Untuk menjaga kesehatan mental, otak harus terus diisi dengan pengetahuan yang baik, terutama tentang apa yang Allah perintahkan dan ajarkan kepada manusia," ujarnya.

Aisah juga menjelaskan bahwa selain otak, jantung atau kalbu memiliki peran penting dalam memengaruhi kondisi mental seseorang. Ia mengutip sejumlah penelitian yang menemukan adanya jaringan saraf pada jantung yang berhubungan dengan emosi dan pengambilan keputusan.

Menurutnya, aktivitas ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur'an, dan berdoa dapat memperkuat ketenangan batin sekaligus membantu seseorang menjaga keseimbangan antara pikiran dan perasaan.

Ia menambahkan, gerakan sujud dalam salat memiliki manfaat tersendiri karena membantu aliran darah menuju bagian-bagian tertentu di otak yang berkaitan dengan konsentrasi, pembelajaran, dan pengendalian diri.

Selain ibadah, rasa syukur juga disebut sebagai salah satu kunci menjaga kesehatan mental. Dengan membiasakan diri bersyukur, seseorang akan lebih mudah melihat sisi positif dari setiap keadaan sehingga terhindar dari kecemasan dan pikiran negatif yang berlebihan.

"Jika kamu bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat kepadamu," kata Aisah mengutip pesan Al-Qur'an.

Tidak hanya itu, kebiasaan bersedekah dan membantu sesama juga diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis seseorang. Menurutnya, manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk hidup bermanfaat bagi orang lain. Ketika seseorang membantu sesama, perasaan bahagia dan bermakna akan muncul sehingga kesehatan mental lebih terjaga.

Aisah mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebiasaan baik seperti berwudu, salat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, mengikuti majelis ilmu, bersedekah, serta memperbanyak doa dan zikir.

Menurutnya, langkah-langkah sederhana tersebut tidak hanya mendekatkan seseorang kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk menjaga kesehatan mental di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

"Kesehatan mental tidak hanya dijaga dengan menghindari stres, tetapi juga dengan memperkuat hubungan dengan Allah dan memperbanyak amal kebaikan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....