TK Aisyiah Bengkalis Gelar Pembelajaran Tema Adat Istiadat lewat Makan Berhidang
- 16 Mei 2026 13:07 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Sekolah TK Aisyiah Bustanul Athfal 1 Jl. Antara Bengkalis menggelar pembelajaran tema “Adat Istiadat Daerah Ku” melalui kegiatan makan berhidang. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan budaya Melayu Bengkalis secara langsung kepada anak usia dini.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026, di lingkungan sekolah. Suasana berlangsung lancar dan meriah dengan keterlibatan aktif wali murid dalam mempersiapkan segala kebutuhan.
Kepala TK Aisyiah Bustanul Athfal 1, Nurazmah, mengatakan makan berhidang dipilih karena menjadi salah satu tradisi yang melekat pada masyarakat Bengkalis. Menurutnya, tradisi ini sarat nilai kebersamaan, berbagi, dan sopan santun yang penting ditanamkan sejak dini.
“Melalui makan berhidang, anak-anak belajar berinteraksi, menunggu giliran, dan menghargai makanan. Ini adalah cara efektif mengenalkan adat istiadat daerah kepada anak-anak secara menyenangkan,” ujar Nurazmah, Sabtu 16 Mei 2026.
Kegiatan ini berjalan berkat kerja sama wali murid dalam menyiapkan makanan dari rumah. Atas kesepakatan bersama, seperti di salah satu sentra Imtaq dan sentra lainnya ditunjuk satu wali murid yang bersedia memasak, sementara wali murid lainnya berpartisipasi melalui iuran.
Menu yang disiapkan meliputi nasi, lauk yang disukai anak, sayur yang disukai anak, dan buah-buahan. Semua hidangan disusun sederhana namun bergizi sesuai selera anak usia dini.
Penyajian makanan dilakukan secara berkelompok. Satu hidangan disiapkan untuk empat anak agar tercipta suasana kebersamaan dan saling berbagi selama makan bersama.
Salah satu wali murid, Bunda Qia, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan sekolah. Ia menilai kegiatan ini membuat orang tua lebih dekat dengan guru dan anak-anak.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Anak-anak senang makan bersama, dan kami sebagai orang tua juga ikut belajar nilai kebersamaan yang diajarkan melalui adat ini,” kata Bunda Qia.
Nurazmah berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin sekolah. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan wali murid sangat penting untuk memperkuat pendidikan karakter anak berbasis budaya lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....