LAMR dan Balai Bahasa Riau Lahirkan Penulis, Guru MAN 2 Meranti Terbaik
- 29 Apr 2026 13:46 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti bersinergi dengan Balai Bahasa Provinsi Riau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Cerita Anak Dwibahasa pada 1–2 April 2026 di Gedung LAMR Selatpanjang.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, yang menekankan pentingnya literasi dwibahasa dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi.
M. Taufik, Rabu 29 April 2026, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilannya terpilih sebagai penulis.
“Alhamdulillah, ini menjadi pemacu bagi saya untuk terus mengembangkan kemampuan kepenulisan. Semoga karya ini dapat menjadi media pembelajaran yang menarik serta meningkatkan minat baca siswa,” ujarnya.
Bimtek tersebut diikuti oleh 30 peserta dari kalangan guru, mahasiswa, dan pelajar, dengan fokus pada pengembangan karya sastra anak berbasis bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir penulis-penulis lokal yang mampu menanamkan nilai kearifan lokal kepada generasi muda melalui karya literasi yang edukatif dan menarik.
Ia juga berharap proses penerbitan hingga distribusi buku dapat berjalan lancar.
“Rencananya buku ini akan didistribusikan ke sekolah dasar di seluruh Provinsi Riau. Mohon doa dan dukungannya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Kepulauan Meranti, Syar’an Susilo, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Ini pencapaian luar biasa. Di tengah kesibukan tugas, beliau tetap mampu menunjukkan eksistensi di dunia kepenulisan. Semoga menjadi inspirasi bagi guru dan siswa lainnya,” ungkapnya.
Dari kegiatan ini, salah satu capaian membanggakan diraih oleh M. Taufik, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kepulauan Meranti, yang berhasil terpilih sebagai penulis dalam program penerbitan buku cerita anak dwibahasa. Naskah karyanya berjudul “Pelite Harapan Kat Kampung Kuale” (Pelita Harapan di Kampung Kuala) menjadi salah satu dari 13 karya terbaik yang lolos seleksi dari total 30 naskah yang masuk ke Balai Bahasa Provinsi Riau.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mengembangkan literasi sekaligus melestarikan budaya lokal melalui karya tulis. Selain itu, pencapaian ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi guru dan siswa untuk terus berkarya dan berkontribusi di bidang literasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....