Makna Angpau Imlek, Tradisi Berbagi Sarat Filosofi

  • 16 Feb 2026 18:10 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan beragam tradisi yang sarat makna. Salah satu tradisi yang tidak pernah terlewatkan adalah berbagi angpau kepada keluarga dan kerabat.

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, angpau bukan sekadar pemberian materi. Angpau menjadi simbol kepedulian, rasa syukur, sekaligus doa kebaikan bagi penerimanya.

Dikutip dari Indonesia baik.id, kata angpau berasal dari dua suku kata, yakni ang yang berarti merah dan pao yang bermakna amplop. Secara harfiah, angpau diartikan sebagai amplop merah.

Warna merah dalam budaya Tionghoa melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan berkah. Karena itu, angpau dimaknai sebagai wujud kepedulian sosial, terutama kepada anak-anak, orang tua, serta mereka yang membutuhkan.

Angpau juga menjadi bentuk ungkapan syukur atas rezeki yang diperoleh sepanjang tahun. Melalui tradisi berbagi ini, masyarakat diajak menumbuhkan semangat berbagi dan mempererat hubungan kekeluargaan.

Dalam tradisi Imlek, pemberian angpau memiliki aturan yang dijaga secara turun-temurun.

1. Amplop Harus Berwarna Merah

Angpau wajib menggunakan amplop berwarna merah atau bernuansa merah. Warna ini dipercaya membawa keberkahan dan keberuntungan, baik bagi pemberi maupun penerima.

2. Tidak Diisi Angka Empat

Angpau tidak boleh diisi dengan nominal yang mengandung angka empat. Dalam bahasa Mandarin, pelafalan angka empat terdengar mirip dengan kata yang bermakna kematian, sehingga dianggap membawa kesialan.

3. Tidak Menggunakan Nominal Ganjil

Selain menghindari angka empat, nominal angpau juga dianjurkan menggunakan bilangan genap. Angka genap melambangkan keseimbangan dan keharmonisan.

4. Diberikan Secara Langsung

Menurut tradisi, angpau harus diberikan secara langsung kepada penerima. Pemberian melalui perantara atau titipan dianggap mengurangi makna kehangatan dan doa yang menyertainya.

Melalui tradisi angpau, perayaan Imlek tidak hanya menjadi momen sukacita, tetapi juga sarana menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....