Jeruk Mandarin, Simbol Keberuntungan Tahun Baru Imlek

  • 05 Feb 2026 15:00 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID,Bengkalis - Jeruk mandarin tidak dapat dipisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek. Setiap memasuki Imlek, buah berwarna oranye cerah ini hampir selalu hadir di rumah-rumah masyarakat Tionghoa, baik sebagai hidangan maupun bingkisan.

Bagi masyarakat Tionghoa, jeruk mandarin bukan sekadar buah meja. Jeruk mengandung makna simbolis yang kuat dan diyakini membawa kekayaan, kesejahteraan, serta keberuntungan jika dihidangkan saat Tahun Baru Imlek.

Dikutip dari Radar buleleng, berikut sejumlah makna jeruk mandarin dalam tradisi Imlek:

1. Simbol Kekayaan

Dalam bahasa Tionghoa, jeruk disebut kam. Pelafalannya mirip dengan kata yang bermakna emas atau kekayaan. Karena itu, kehadiran jeruk mandarin saat Imlek dipercaya membawa rezeki dan kemakmuran. Warna jeruk yang cerah juga melambangkan harapan akan kehidupan yang sejahtera sepanjang tahun.

2. Simbol Keharmonisan

Jeruk memiliki perpaduan rasa asam dan manis. Rasa ini mencerminkan filosofi keseimbangan dalam kehidupan. Menyajikan jeruk saat Imlek dimaknai sebagai ajakan untuk menjaga keharmonisan, baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun hubungan sosial.

3. Simbol Keberuntungan

Jeruk mandarin juga diyakini sebagai simbol keberuntungan. Memberikan jeruk kepada orang lain berarti menyampaikan doa agar penerimanya memperoleh keberuntungan dan peluang baru di tahun yang akan dijalani.

4. Simbol Keberanian

Menghadirkan jeruk dalam perayaan Imlek dimaknai sebagai semangat positif dan keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan di tahun baru. Jeruk menjadi pengingat untuk tetap optimistis dalam setiap langkah.

5. Simbol Kesatuan

Jeruk mandarin biasanya disajikan dengan cara ditumpuk. Penataan ini melambangkan kebersamaan, solidaritas, dan persatuan dalam keluarga maupun komunitas.

6. Simbol Kesetiaan

Tradisi berbagi jeruk mandarin telah berlangsung selama berabad-abad. Pada masa Dinasti Ming, jeruk dipersembahkan kepada kaisar sebagai simbol kesetiaan dan penghormatan. Seiring waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi kebiasaan saling memberi jeruk saat Imlek sebagai tanda persaudaraan.

7. Melambangkan Kesempurnaan

Dalam perayaan Imlek, jumlah jeruk yang dihidangkan biasanya genap, seperti delapan atau sepuluh buah. Angka delapan dipercaya melambangkan keberuntungan dan kemakmuran, sementara angka sepuluh dimaknai sebagai kesempurnaan.

Melalui tradisi jeruk mandarin, perayaan Imlek tidak hanya menjadi momen berbagi hidangan, tetapi juga sarat dengan doa, harapan, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....