Bros, Perhiasan Klasik yang Tetap Elegan Sepanjang Zaman
- 11 Jul 2026 10:13 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Bros bukan sekadar aksesori pelengkap busana. Perhiasan kecil ini telah menjadi bagian dari sejarah peradaban manusia selama ribuan tahun. Selain mempercantik penampilan, bros juga memiliki fungsi praktis sebagai pengancing pakaian dan simbol status sosial pada masanya.
Hingga kini, bros tetap menjadi pilihan berbagai kalangan karena mampu memberikan sentuhan elegan pada busana tradisional maupun modern. Bros atau kerongsang merupakan perhiasan dekoratif yang dirancang untuk disematkan pada pakaian atau media lainnya.
Pada bagian belakangnya terdapat jarum dan pengait menyerupai peniti sehingga mudah dipasang pada kain. Selain digunakan sebagai hiasan busana, beberapa jenis bros juga difungsikan sebagai penghias atau pengikat rambut.
Bahan pembuat bros sangat beragam. Pada masa lalu, bros umumnya dibuat dari logam mulia seperti emas dan perak.
Namun, logam lain seperti perunggu dan kuningan juga banyak digunakan. Seiring perkembangan teknologi dan seni kerajinan, bros kini diproduksi dari berbagai material, antara lain kristal, manik-manik, kayu, keramik, kaca, hingga plastik. Tidak sedikit pula bros yang dihiasi intan atau batu permata untuk menambah nilai estetika dan kemewahannya.
Fungsi utama bros adalah sebagai aksesori yang memperindah penampilan. Namun, dalam perkembangannya, bros juga memiliki fungsi praktis sebagai pengancing pakaian. Di Indonesia, misalnya, kerongsang menjadi pelengkap busana tradisional, khususnya kebaya. Kerongsang digunakan untuk menyatukan bagian depan kebaya sekaligus mempercantik tampilannya.
Dari sisi sejarah, dikutip dari laman wikipedia, bros telah dikenal sejak Zaman Perunggu. Pada masa itu, masyarakat di berbagai wilayah Eropa menggunakan gesper berhias sebagai pengancing pakaian. Bangsa Romawi, Yunani, Jerman, serta suku Kelt termasuk di antara kelompok masyarakat yang memanfaatkan benda tersebut sebagai perlengkapan busana sekaligus penanda status sosial.
Seiring perkembangan zaman, fungsi bros terus mengalami perubahan. Dari yang semula lebih banyak digunakan sebagai pengancing pakaian, kini bros berkembang menjadi aksesori fesyen yang hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, dan desain. Beragam model bros dipadukan dengan busana formal, pakaian adat, hingga busana kasual sehingga tetap relevan digunakan oleh berbagai kalangan.
Di Indonesia, bros juga memiliki nilai budaya yang kuat. Selain menjadi pelengkap kebaya pada acara adat, pernikahan, dan kegiatan resmi, bros sering dijadikan cendera mata maupun hasil kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi. Perpaduan fungsi, keindahan, dan nilai sejarah menjadikan bros sebagai salah satu aksesori yang tetap diminati dari masa ke masa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....