Perkuat Rantai Pasok Konsumsi Haji, Kemenhaj Fasilitasi Produk Lokal Tembus Pasar
- 04 Mar 2026 14:36 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) mendorong penguatan rantai pasok konsumsi jemaah di Arab Saudi dengan mendukung ekspor perdana bumbu masak khas Indonesia oleh PT Niaga Citra Mandiri, Selasa 3 Maret 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses produk nasional dalam ekosistem ekonomi haji sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar di Tanah Suci.
Pada tahap awal, ekspor mencakup pengiriman sebanyak 76 ton bumbu pasta dengan berbagai varian unggulan, antara lain bumbu nasi uduk, balado, nasi goreng, nasi goreng kampung, woku, dan rujak. Produk tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasional dapur layanan konsumsi jemaah di Makkah dan Madinah, sehingga cita rasa Nusantara tetap dapat dinikmati selama menjalankan ibadah.
Direktur Fasilitas Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Tri Hidayatno, menegaskan bahwa dukungan terhadap ekspor produk konsumsi Nusantara tidak semata berorientasi pada aktivitas perdagangan, melainkan menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menghadirkan layanan haji dan umrah yang lebih adaptif terhadap kebutuhan jemaah.
“Ekonomi haji tidak hanya berkaitan dengan layanan ibadah, tetapi juga penguatan sektor usaha nasional. Melalui fasilitasi ini, kami mendorong agar produk konsumsi bercita rasa Nusantara dapat menjadi bagian dari layanan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi,” ujar Tri.
Ia menambahkan, Ditjen PE2HU secara berkelanjutan membuka ruang kemitraan dan memperluas akses pasar bagi UMKM serta pelaku usaha nasional agar dapat terlibat aktif dalam rantai pasok ekonomi haji. Perluasan akses tersebut diharapkan mendorong pelaku usaha naik kelas sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
“Kami berkomitmen membuka akses, memfasilitasi kemitraan, dan memastikan pelaku usaha nasional memiliki peran strategis dalam ekosistem ekonomi haji, khususnya di Arab Saudi,” tegasnya.
Dukungan terhadap ekspor ini juga mencerminkan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menilai capaian tersebut sebagai tonggak penting bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk menembus pasar global.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki daya saing global. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan keberlanjutan ekspor agar terus tumbuh. Dalam rantai distribusi, Ali Asia Food berperan sebagai mitra strategis yang memastikan produk konsumsi Nusantara tersalurkan secara efisien ke dapur layanan jemaah di Arab Saudi. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi keterlibatan UMKM Indonesia dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah." ujarnya.
Melalui dukungan terhadap ekspor produk konsumsi tersebut, Ditjen PE2HU menegaskan komitmennya menjadikan sektor haji dan umrah sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional, sekaligus sarana promosi produk unggulan Indonesia di pasar global.