Jemaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah untuk Puncak Ibadah Haji 2026

  • 26 Mei 2026 18:22 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah pada Senin 25 Mei 2025, bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah, untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Ulfa Assegaf, menjelaskan bahwa hari tersebut menandai hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, yang memasuki fase paling krusial dalam rangkaian ibadah.

“Alhamdulillah, hari ini jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Ini fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta disiplin jemaah,” ujarnya di Jakarta.

Pergerakan jemaah menuju Arafah dilakukan dalam tiga tahap waktu keberangkatan, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Pemerintah mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditetapkan dan tidak bergerak secara mandiri.

Selain itu, jemaah juga diminta untuk mematuhi arahan petugas kloter, sektor, dan pembimbing ibadah demi menjaga kelancaran serta ketertiban perjalanan menuju Arafah.

Maria juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan ihram selama menjalankan rangkaian ibadah haji, termasuk larangan-larangan yang harus dijaga oleh jemaah laki-laki maupun perempuan.

Ia menegaskan bahwa jemaah laki-laki tidak diperkenankan memakai pakaian berjahit yang membentuk tubuh, menutup kepala dengan penutup yang melekat, serta menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit. Sementara itu, jemaah perempuan dilarang menutup wajah dengan cadar serta menggunakan sarung tangan selama dalam keadaan ihram.

Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk menjaga larangan ihram lainnya seperti menjaga lisan, tidak menggunakan wewangian setelah niat ihram, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

Dari sisi kesehatan, Kemenhaj mengimbau jemaah untuk menjaga stamina dengan istirahat cukup, pola makan teratur, dan memperbanyak konsumsi air putih. Penggunaan payung, masker, serta alas kaki yang nyaman juga dianjurkan untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas. “Jangan memaksakan diri. Bila mengalami keluhan kesehatan, segera hubungi petugas medis. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah berjalan lancar,” tegas Maria.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan selama fase Armuzna, pemerintah menyiagakan pos kesehatan di Arafah dan Mina, serta menurunkan ratusan petugas lapangan yang bertugas memastikan layanan transportasi, konsumsi, hingga bimbingan ibadah berjalan optimal.

Menutup keterangannya, Maria mengajak seluruh jemaah untuk saling peduli dan membantu satu sama lain selama puncak ibadah haji berlangsung. “Jika ada jemaah yang kelelahan atau terpisah dari rombongan, segera bantu dan laporkan kepada petugas. Semoga seluruh jemaah diberi kelancaran dalam menjalankan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....