Tiba di Tanah Suci, Jemaah Haji Indonesia Diminta Batasi Aktivitas di Cuaca Panas
- 23 Apr 2026 17:17 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Jeddah - Jemaah haji Indonesia gelombang pertama mulai tiba di Madinah, Arab Saudi, menandai dimulainya operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Selama berada di Tanah Suci, jemaah diimbau untuk membatasi aktivitas dan menjaga kondisi kesehatan agar tetap prima menjalani seluruh rangkaian ibadah.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, menyampaikan bahwa mayoritas jemaah haji Indonesia merupakan kelompok lanjut usia sehingga memerlukan perhatian khusus dalam menjaga stamina.
“Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujarnya.
Pada hari pertama kedatangan, sebanyak 5.997 jemaah yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) tiba secara bertahap melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, hingga pukul 22.55 waktu Arab Saudi. Jemaah tersebut berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia, di antaranya Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar.
Yusron menambahkan, kondisi fisik yang prima menjadi kunci utama agar jemaah dapat mengikuti puncak ibadah haji yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
“Karena itu, penting bagi jemaah untuk mengatur aktivitas dan memastikan tubuh tetap dalam kondisi sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, turut mengingatkan jemaah agar mewaspadai kondisi cuaca panas di Madinah dengan menggunakan perlindungan diri yang memadai.
“Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit,” katanya, Kamis (23/04/2026).
Ia juga menyarankan jemaah menggunakan tabir surya dan pelembap bibir untuk melindungi tubuh dari paparan panas selama beraktivitas di luar ruangan. Di sisi lain, kebahagiaan turut dirasakan jemaah dari lima kloter pertama yang mendapatkan fasilitas hotel dengan jarak sangat dekat ke Masjid Nabawi. Dengan jarak sekitar 50 meter dari masjid, jemaah, terutama lansia dan penyandang disabilitas, lebih mudah melaksanakan ibadah dan berziarah, termasuk ke Raudhah.
Lebih dari 2.500 jemaah disebut menempati hotel yang berdekatan dengan pintu 330 Masjid Nabawi, sehingga akses menuju area ibadah menjadi lebih mudah dan nyaman. Selain itu, pelayanan haji tahun ini juga mengalami sejumlah peningkatan, salah satunya terkait distribusi kartu Nusuk. Jika sebelumnya kartu tersebut dibagikan setibanya di Arab Saudi, kini jemaah telah menerimanya sejak di Tanah Air, sehingga mempercepat proses layanan saat tiba di Ma
Dengan berbagai kemudahan layanan serta imbauan yang diberikan, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tetap menjaga kesehatan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....