Fakta Keramik Masjidil Haram Senantiasa Sejuk Meski Terik
- 14 Jan 2026 22:35 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Cuaca panas ekstrem yang kerap melanda Kota Mekah tidak menyurutkan kenyamanan jutaan jemaah yang beribadah di pelataran Masjidil Haram. Salah satu faktor penting yang mendukung kenyamanan tersebut adalah penggunaan keramik khusus yang mampu menahan panas meski terkena sinar matahari langsung.
Dilansir dari Saudigazette, Keramik yang digunakan di area Masjidil Haram dirancang dengan teknologi material canggih. Permukaannya terbuat dari jenis batu dan keramik khusus yang memiliki daya serap panas rendah serta kemampuan memantulkan sinar matahari. Hal ini membuat lantai tetap relatif sejuk, sehingga aman dan nyaman untuk diinjak, bahkan saat suhu udara meningkat tajam.
Fakta Keramik Masjidil Haram
Material utama pelataran Masjidil Haram bukan keramik biasa, melainkan marmer Thassos yang diimpor dari Pulau Thassos (Yunani).
Marmer ini memiliki permukaan putih cerah yang memantulkan sinar matahari dan panas, sehingga suhu permukaan tetap rendah.
Struktur marmer juga menyerap kelembapan di malam hari dan melepaskannya pada siang hari, membantu menjaga kesejukan lantai.
Hal ini membuat permukaan tetap aman dan nyaman diinjak tanpa alas kaki, meski suhu di luar bisa mencapai ekstrem.
Para ahli menjelaskan keramik tersebut memiliki pori-pori mikro yang membantu mengurangi penumpukan panas. Selain itu, warna cerah pada permukaan lantai juga berperan penting dalam memantulkan cahaya matahari, sehingga panas tidak terserap secara maksimal.
Keunggulan keramik ini sangat dirasakan oleh para jemaah, terutama saat pelaksanaan ibadah tawaf dan salat di area terbuka. Banyak jemaah mengungkapkan rasa kagum karena lantai masjid tetap nyaman meski cuaca sangat terik, sehingga ibadah dapat dilakukan dengan lebih khusyuk.
Penggunaan keramik tahan panas ini menunjukkan perhatian besar pengelola Masjidil Haram terhadap keselamatan dan kenyamanan jemaah dari seluruh dunia. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa perpaduan antara teknologi modern dan kebutuhan ibadah mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi umat Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....