Tradisi Imam Masjidil Haram Membalik Jubah Saat Istisqa
- 15 Nov 2025 10:53 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Tindakan imam Masjidil Haram yang membalikkan jubah saat pelaksanaan sholat istisqa’ kembali menjadi perhatian masyarakat Muslim, termasuk di Indonesia. Dalam beberapa tayangan resmi dari Haramain, terlihat imam mengubah posisi jubahnya ketika menyampaikan khutbah, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai makna dan dasar pelaksanaannya.
Para pakar fikih menegaskan bahwa pembalikan jubah merupakan bagian dari sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ. Dalam riwayat hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah pernah melakukan hal serupa ketika memimpin sholat istisqa’. Gerakan itu dilakukan pada saat khutbah, bukan ketika sholat berlangsung.
Tradisi tersebut kemudian diteruskan para ulama hingga kini, termasuk oleh para imam di Masjidil Haram. Pembalikan jubah mengandung simbol permohonan perubahan keadaan, dari masa kering menuju turunnya hujan. Ulama menilai tindakan itu sebagai bentuk kerendahan hati di hadapan Allah dan ekspresi optimisme bahwa kondisi yang berat akan diganti dengan keberkahan.
Dengan mempertahankan praktik tersebut, imam Masjidil Haram dinilai menjaga kemurnian tata cara ibadah sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, sekaligus memberi contoh kepada jamaah dari berbagai negara.
Meskipun demikian, para ahli agama menegaskan bahwa pembalikan jubah bukanlah syarat sah sholat istisqa’. Ibadah tetap sah meskipun seorang imam tidak melakukannya.
Namun, karena memiliki dasar kuat dalam sunnah dan makna simbolis yang dalam, praktik ini tetap dipertahankan di Masjidil Haram sebagai bagian dari tradisi ibadah yang sudah berjalan sejak masa awal Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....