Meninggalkan Madinah, Menguatkan Niat Menuju Baitullah
- 01 Feb 2026 08:09 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Madinah - Perjalanan dari Madinah menuju Mekah menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian ibadah umroh. Di pelataran Masjid Nabawi, suasana tenang dan nyaman terasa saat Tour Leader Arminareka, Nabila Fitri, memberikan arahan khusus kepada jemaah wanita sebelum bertolak menuju Tanah Haram.
Dengan suara lembut namun tegas, Nabila Fitri mengingatkan perjalanan ini bukan sekadar perpindahan kota, melainkan awal dari fase ibadah yang lebih sakral.
“Dari Madinah ke Mekah, kita sedang melangkah menuju panggilan Allah. Maka persiapankan niat dan hati kita” tuturnya.
Dalam pembekalannya, Nabila Fitri mengajak jamaah wanita untuk menyiapkan diri dengan penuh kesadaran sebelum memasuki fase ihram. Ia mengingatkan bahwa ihram bukan sekadar pakaian yang dikenakan, melainkan tanda kesiapan hati untuk menahan diri, memperbanyak kesabaran, dan menjaga adab sebagai tamu Allah.
Ia pun menuntun jemaah memahami niat umroh adalah titik awal perubahan sikap selama berada di Tanah Suci. Niat tersebut akan dilafalkan sesuai ketentuan saat sampai di miqat, sebagai penanda dimulainya rangkaian ibadah yang harus dijalani dengan penuh kehati-hatian.
“Ihram itu bukan hanya di tubuh, tapi di hati. Sejak berniat, mari kita jaga ucapan, perbuatan, dan pikiran, agar setiap langkah kita bernilai ibadah,” tutur Nabila Fitri.
Khusus bagi jemaah wanita, Nabila Fitri mengingatkan untuk memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan. Ia menyarankan jamaah agar tidak memaksakan diri, memperbanyak minum air terutama air zamzam yang ada tulisan not cold, serta segera melapor kepada pembimbing bila merasa kurang sehat selama perjalanan darat yang cukup panjang.
Selain persiapan fisik, Nabila juga menekankan kesiapan mental dan spiritual. Ia mengajak jamaah untuk memperbanyak dzikir, shalawat, dan doa sepanjang perjalanan.
“Perjalanan ini akan terasa ringan jika hati kita penuh dzikir. Jangan isi perjalanan dengan keluh kesah, tapi dengan doa,” ujarnya.
Arahan tersebut disampaikan dengan penuh empati, terutama bagi jamaah wanita sepuh dan jamaah yang pertama kali menunaikan umroh. Beberapa jamaah tampak menyimak sambil menahan haru, menyadari bahwa sebentar lagi mereka akan memasuki Tanah Haram dalam keadaan ihram.
Menutup pembekalan, Nabila Fitri mengajak seluruh jemaah wanita untuk saling menjaga, saling mengingatkan, dan memperbanyak kesabaran.
“Kita berangkat bersama, beribadah bersama, dan semoga pulang dengan hati yang lebih bersih,” ucapnya.
Di pelataran Masjid Nabawi itu, doa-doa dipanjatkan dalam diam. Perjalanan menuju Mekah bukan hanya tentang jarak, tetapi tentang kesiapan jiwa menyambut panggilan Allah di rumah suci-Nya.