Keutamaan Mengunjungi Raudhah di Masjid Nabawi

  • 01 Feb 2026 07:19 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Madinah - Raudhah menjadi salah satu tempat yang paling dirindukan jemaah saat berkunjung ke Masjid Nabawi. Area yang terletak di antara makam Rasulullah SAW dan mimbar beliau ini dikenal sebagai tempat mustajab untuk berdoa. 

Keutamaan Raudhah inilah yang disampaikan Tour Leader Arminareka, Nuryasni Yazid, saat memberikan tausyiah kepada jamaah wanita di pelataran Masjid Nabawi.

Dalam tausyiahnya, Nuryasni menjelaskan Raudhah disebut oleh Rasulullah SAW sebagai salah satu taman surga.

“Rasulullah bersabda, ‘Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.’ Karena itu, ketika kita diberi kesempatan masuk Raudhah, manfaatkan dengan doa terbaik,” ujar Nuryasni.

Ia mengingatkan jemaah wanita agar tidak hanya fokus pada kesempatan masuk, tetapi juga mempersiapkan hati dan niat. Menurutnya, Raudhah bukan sekadar ruang fisik, melainkan ruang spiritual yang mengajarkan ketenangan dan adab.

Tausyiah tersebut disampaikan dengan pendampingan Kepala Kantor Cabang Arminareka Pekanbaru, Andi Noviriyanti, yang akrab disapa Bu Andin. Kehadiran Bu Andin memberikan rasa aman dan perhatian khusus bagi jemaah wanita yang tengah menanti giliran masuk Raudhah.

Nuryasni juga menekankan adab saat berada di Raudhah, seperti menjaga ketenangan, tidak berdesakan, serta menghindari memaksakan diri.

“Keutamaan Raudhah bukan diukur dari lamanya kita berada di dalam, tetapi dari kekhusyukan doa yang kita panjatkan,” tuturnya.

Ia mengajak jemaah untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW serta menyampaikan doa-doa terbaik, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam secara keseluruhan.

Sementara itu, Andi Noviriyanti mengingatkan jemaah wanita agar saling menjaga dan memperhatikan arahan pembimbing.

“Kita semua tamu Rasulullah. Jaga adab, saling menolong, dan jangan lupa niatkan setiap langkah sebagai ibadah,” pesan Bu Andin.

Bagi jemaah wanita, kesempatan berkunjung ke Raudhah menjadi momen yang sangat emosional. Banyak yang meneteskan air mata saat doa terpanjat, merasakan ketenangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Melalui tausyiah tersebut, jemaah diharapkan memahami mengunjungi Raudhah bukan sekadar tujuan perjalanan, tetapi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya. Di Masjid Nabawi, setiap langkah, doa, dan kesabaran menjadi bagian dari perjalanan iman yang penuh makna.

Rekomendasi Berita